Jadijalan-jalan itu selalu seru dan menyenangkan. Nah yang ke Jepang kemarin, ada 1 yang baru ikut. Dan entah kenapa suasana jalan-jalan nya itu sangat tidak mengenakan. Semua pada egois, tidak mau mengalah, kalau akhirnya mengalah pun, suasananya tetep jadi ga enak. PengalamanJalan-Jalan ke Jepang : Part 2 (Osaka) Hi, akhirnya dapat kesempatan untuk menulis lagi. Beberapa saat yang lalu gw sempat menulis mengenai perjalanan gw ke Jepang. Tadinya gw mw buat semuanya jadi 1 artikel, eh ternyata itu jadi kepanjangan. Jadi mau gamw gw buat jadi beberapa artikel. 406Replies to "Pengalaman Jalan-Jalan ke Jepang 10 hari 6 Kota ( Updated 2020 )" rey says: 20-September-2021 at 22:58. gua ada rencana ke Jepang, dan suka bgt baca berbagai info soal jepang karna jujur gua takut ya buat kali pertama, dan gokil, ini si lengkap bgt, bakal gua pelajarin bgt dah, thankyouuu kak!!! Paspordan visa Seperti biasa kalau mau jalan ke luar negeri kita harus punya paspor. Bagi yang sudah punya e-paspor, untuk ke Jepang sekarang tidak perlu mengurus visa. Tapi bagi yang paspornya masih biasa seperti saya, harus urus visa. Biaya pengurusannya Rp 310.000,. Dilakukan di kedutaan Jepang (silakan digoogle saja alamatnya). PengalamanJalan-jalan Ke Jepang : Part 1 (Kawaguchiko) Pada tanggal 2 November kemarin, gw sama beberapa teman gw memutuskan untuk melakukan travelling ke Jepang. Ya ke Jepang merupakan impian gw sejak dulu. Pengen ngerasain ke negara yang sering gw liat di anime sama di film The Last Samurai. Memang negara yang 1 ini sangat menarik karena salah satu fungsi kerajinan tekstil dari bahan limbah kecuali. Review naik pesawat JAL ke Jepang ini saya buat karena sebelumnya saya sudah bikin review naik pesawat ANA di “Rasanya Naik Pesawat ANA?” . Nah, silakan bagi kamu yang bingung mau naik yang mana di antara All Nippon Airways ataupun Japan Airlines, bisa membaca review kedua penerbangan jempolan dari Jepang ini. Duh, sudah berkali-kali naik penerbangan terbaik Jepang, tapi belum pernah naik Garuda Indonesia nih. Kedip-kedip siapa tahu dapat sponsor ke Jepang dari Garuda Indonesia, he-he-he. Berikut ini adalah sedikit cerita pengalaman saya naik pesawat ke Jepang dengan JAL. Soekarno Hatta Internasional Terminal 2 ⇒ Bandara Narita Internasional Terminal 2 /JAL 726 4 Maret 2017 2125 WIB 5 Maret 2017 0635 waktu Jepang Sayangnya, saya nggak bisa membocorkan harga tiket pesawat Japan Airlines. Maklum, semua dibiayai oleh sponsor. Jadi, saya akan membahas tentang pengalaman saya naik pesawat JAL saja ya. ^^ Karena ini bukan kali pertama naik pesawat milik Jepang, saya sudah sedikit santai. Pertama, dari segi keamanan saya sudah sangat yakin sehingga lebih tenang dan bisa duduk cantik di kursi tanpa deg-degan lagi. Ternyata di luar dugaan, banyak lho orang Indonesia yang naik pesawat ini! Saat duduk di kelas ekonomi, rasanya seperti nggak ada orang Jepang nya. Karena sebagian besar penumpanganya adalah orang Indonesia. Kursinya terbagi dalam urutan 2-3-2. Sialnya, saya dapat yang tiga banjar dan dapat kursi di tengah. Jadi susah gerak deh. Namun, memang yang selalu saya keluhkan adalah tempat duduknya kurang nyaman. Selama perjalanaan saya nggak bisa tidur sama sekali. Jadi sampai di Jepang saya jadi zombie! Soal makanan, saya mendapatkana makanan khas Jepang. Sayangnya, untuk rinciannya saya kurang begitu ingat karena ngatuk berat tetapi nggak bisa tidur. Alhasil saya hanya makan salad dan buahnya saja. Bayangkan kamu dipaksa sarapan saat masih dini hari begitu, wkwk. Maklum, namanya juga penerbangan malam. Makan pokok saya saya berikan untuk penumpang di kursi sebelah. Kalau tidak salah, makanan utama berupa miso soup dan soba. Kamu juga mendapatkan satu set Yakult. Minuman lain yang ditawarkan adalah wine, kopi, jus, dan teh. Bandara Narita Terminal Internasional Terminal 2 ⇒ Soekarno Hatta Internasional Terminal 2 /JAL 729 16 Maret 2017 1800 waktu Jepang 17 Maret 2017 0010 WIB Sementara itu, pengalaman balik ke Indonesia ini lebih kerasa Jepangnya. Karena mayoritas penumpang di kelas ekonomi juga orang Jepang. Saya sendiri duduk berdampingan dengan seorang nenek dari Jepang. Kami asik mengobrol saat makan malam. Untuk menunya, saya tidak memfoto karena sudah tepar berhari-hari jalan kaki di Jepang. Kalau dihitung-hitung, sepertinya jauhnya jalan kaki saya di Jepang selama 12 hari ini sama seperti jumlah jalan kaki saya di Indonesia selama 1 tahun! He-he-he. Maklum suka mager di tempat tidur. Ada catatan yang bisa kamu jadikan referensi jika akan terbang dengan JAL. Check-in sendiri di tempat yang disiapkan saat naik pesawat JAL ke Jepang Apakah JAL melayani check-in penumpang? Sebenarnya, mereka melayani check-in penumpang, khususnya untuk penumpang luar Jepang yang sering kebingungan. Saat berangkat, saya dibantu untuk check-in oleh petugas check-in barang. Ampun ya mas. Barulah saat balik ke Indonesia, saya menyempatkan waktu untuk hangout di Bandara Narita dan mempelajari semuanya biar nggak gaptek lagi. Saya sengaja datang dua jam sebelum waktu check-in barang untuk muter-muter mengagumi arsitektur bandara dan mempelajari teknologinya. Hangout di Salah Satu Kafe di Narita Saya juga belanja oleh-oleh, makanan sore di kafe, hingga mencoba coin locker bandara. Akhirnya, melihat sebuah alat untuk check-in sendiri. Yang kamu butuhkan adalah paspor. Kamu cukup men-scan paspor dan memasukan kode booking. Maka sudah bisa check-in di sini. Nggak perlu antre panjang dan kamu juga bisa milih tempat duduk. Di sini disediakan banyak tempat check in mandiri, jadi makin nyaman deh. Barulah setelah mendekati waktu boarding, saya melakukan check-in bagasi. Perhatikan barang bawaan saat naik pesawat JAL ke Jepang Oh iya, saat akan terbang masuk ataupun keluar dari Jepang, kita nggak boleh membawa sayuran hidup dan tanaman lain sepeti bunga ya. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit tanaman, baik masuk atauun keluar dari Jepang. Jadi disortir lagi barang yang kamu bawa sudah sesuai dengan kebijakan atau belum. Artikel Terkait Tips Lolos Imigrasi dengan Bebas Visa Jepang Tips Menginap di Bandara Internasional Kansai Gratis Cara Mudah Transfer Pesawat Domestik ke Internasional di Bandara Haneda Inilah sedikit review pengalaman naik pesawat ke Jepang JAL. Semoga bisa menjadi sedikit gambaran buat kamu yang mau backpacker ke Jepang, Jadi begini ya rasanya naik pesawat ke Jepang? ha-ha-ha. Senang dengan review ini? Bagikan dengan teman dan travel buddies Anda dengan menggunakan tombol social media share dibawah ini! Jepang. Negara yang satu ini sering banget saya denger yang bagus-bagus nya. Orangnya yang taat aturan, sopan, transportasi nya yang nyaman banget, intinya kalau traveling kesana itu juga aman banget deh. Tapi begitu saya kesana ternyata saya melihat dari sisi yang berbeda. Entah, saya mendapat pengalaman yang tidak mengenakan selama di Jepang. 1. Transportasi Ketika lagi menunggu kereta Transportasi nya super ribet, saya sendiri aja sering nyasar dan salah naik kereta. Nanya petugas nya malah dioper-oper, katanya harusnya naik kereta itu. Begitu mau naik kereta itu, nanya ke petugas yang lain lagi, katanya harusnya naik kereta yang satunya lagi. Saya dan teman-teman kebanyakan jadi abis waktunya untuk mencari jalan. Liat Google Maps pun bingung. Waktu itu kami malah sempat terpisah turun kereta nya di hari ketiga kami di Kyoto. Harusnya turun di stasiun mana, tapi karena Google Maps nya hp teman saya menyarankan di stasiun sebelumnya, jadi dia malah turun duluan. 2. Makanan Ichiran Ramen Banyak orang yang bilang makanan di Jepang itu enak-enak semua. Saya pun sebelum ke Jepang sudah list makanan yang mau dicoba ketika di Jepang. Banyak banget list nya. Tapi saat traveling itu, teman-teman saya hanya ingin mencari makan yang lokasinya dekat dengan kami saja waktu itu. Kalau ikutin list, kebanyakan lokasinya agak jauh, atau restorannya belum buka. Jadi akhirnya list itu tidak terlalu banyak dipakai. Karena makan asal nemu aja selama disana, jadi yang saya cicipi itu ya kebanyakan biasa saja. Tidak seenak yang dibilang sama kebanyakan orang. Walaupun begitu, saya tetap ada cobain makanan populer nya disana, seperti Ichiran Ramen, Menbaka Fire Ramen, Melon Pan. Cremia Yang paling saya suka malah bukan makanannya, tapi es krim nya. Ya, es krim di Jepang saya akuin itu enak-enak banget. Japanese Soft Matcha yang beli dipinggir jalan, es krim yang ada di vending machine, dan yang paling saya rekomendasikan adalah Cremia. Itu wajib banget dicoba! Es krim paling enak yang pernah saya coba malah. 3. Penginapan Airbnb Kyoto Pas lagi cari penginapan, saya tadinya mau ada 1 penginapan yang Ryokan gitu. Terus bisa sambil pake Kimono/Yukata. Tapi sayangnya ternyata penginapan seperti lumayan mahal. Karena trip ke Jepang kemarin itu ceritanya mau hemat, jadi kami cari di airbnb yang murah tapi keliatannya masih ok. Tapi karena itu, saya beneran bisa trip hemat ke Jepang. Ternyata penginapan selama di Jepang kami itu tidak begitu ok. Lokasinya agak jauh dari transportasi. Harus masuk ke gang-gang gitu, agak susah carinya. Kamarnya juga sempit buat kami berlima. Kamar mandi nya juga apalagi, sempit banget. Airbnb yang di Osaka yang paling parah, bayangin deh. Toilet dan kamar mandi dipisah. Begitu buka kamar mandi, itu depannya persis pintu buat ke toilet. Kamar mandi nya itu transparan. Orang mandi juga keliatan dari luar. Jadi kalau ada yang mau ke toilet, terus ada yang lagi mandi, ya keliatan. Toilet nya juga tidak ada air buat cebok-cebok, atau siraman otomatis yang dari toilet nya itu. 4. Aman / Tidak Gion Jepang ternyata terkenal juga night life nya. Apalagi pas saya di Kyoto, saya menginap di daerah Gion yang memang banyak Geisha nya dan daerah red district juga. Saat malam-malam melewati daerah itu, banyak bar/pubs, banyak pula para mucikari yang sedang menawarkan promosi ke cewe/cowo yang lewat. Asal kita tidak liat-liat ke arah mereka, aman saja sih. Tapi waktu pas di Osaka, teman saya bilang dia melihat sendiri ada bapak-bapak jail yang suka foto/rekam dari bawah kalau ada cewe pake rok gitu. Ini sih sebenarnya mungkin ada dimana-mana ya. Di minimart Jepang juga ternyata banyak jual majalah-majalah seperti itu. Saya cukup shock sebetulnya. Jepang yang selama ini saya denger bagus-bagusnya, kok malah begini. Jadi kalau ditanya aman atau tidak, bagi saya jawabannya adalah 5050. Intinya sih, harus bisa jaga diri aja apalagi sebagai seorang wanita. Dimanapun itu berada, tetap harus berhati-hati dan berjaga diri. 5. Bahasa with our Japanese friends~ Tadinya saya pikir bahasa tidak menjadi masalah selama di Jepang. Ternyata orang Jepang minim sekali bahasa Inggrisnya, mirip seperti orang China. Bahkan anak muda nya juga tidak bisa berbahasa Inggris. Kalau di Korea, anak muda nya masih bisa bahasa Inggris. Jadi kalau nanya jalan juga enak, bisa nanya-nanya gitu. Nah, tapi kalau di Jepang susah banget. Tadinya saya pikir harusnya mereka ada yang bisa bahasa Mandarin juga. Tapi kebetulan yang kami temui tidak bisa bahasa Mandarin dan bahasa Inggris. Kami pun akhirnya memakai Google Translate yang fitur voice nya, biar bisa komunikasi dengan mereka. Waktu saya di USJ, saya berkenalan dengan cowo orang Jepang. Dia tidak bisa bahasa Inggris. Jadi kami tidak terlalu banyak mengobrol. Saya terkesan saat mau berpisah, dia membungkuk 90 derajat. Padahal tadinya saya mau berjabat tangan dengan dia. Eh dia malah membungkuk. Kocak juga LOL 6. Cuaca Rainy day Awalnya saya pikir musim panas di Jepang itu bakalan panas banget. Eh ternyata hujan dong selama saya di Jepang, kecuali 2 hari terakhir di Jepang nya aja yang baru cerah. Mood buat jalan-jalan jadinya kurang bagus karena cuaca. Buat foto-foto atau video juga jadi males. Karena sudah ribet pegang payung, pegang HP buat liat maps, dan kalau pindah kota sambil gerek-gerek koper juga. Hujannya juga biasanya awet banget dari pagi sampai malam lagi. Deres pula. Intinya sih, sebelum merencanakan mau ke Jepang, harus liat perkiraan cuaca dulu. Kira-kira kalau di bulan itu atau tanggal itu, hujan atau tidak. 7. Teman Seperjalanan Teman seperjalanan saya dari dulu kurang lebih itu-itu aja, tapi kadang ada yang baru ikut juga. Selama ini tidak ada masalah dengan teman seperjalanan. Jadi jalan-jalan itu selalu seru dan menyenangkan. Nah yang ke Jepang kemarin, ada 1 yang baru ikut. Dan entah kenapa suasana jalan-jalan nya itu sangat tidak mengenakan. Semua pada egois, tidak mau mengalah, kalau akhirnya mengalah pun, suasananya tetep jadi ga enak. Apakah ini karena terpengaruh oleh orang itu? atau karena memang style jalan-jalan nya sudah berbeda? Entahlah. Tapi yang jelas ini trip paling ga nyaman selama saya jalan-jalan. Teman seperjalanan itu memang sangat penting. Kalau ga cocok, mau jalan-jalan ke tempat yang indah sekalipun akan menjadi tetap tidak mengenakan. Kapok ke Jepang lagi? Karena ada begitu banyak pengalaman tidak menyenangkan selama di Jepang, kalau ditanya kapok atau ngga ke Jepang lagi? Jawabannya adalah tidak. Justru saya masih penasaran dengan Jepang yang orang-orang bilang bagus itu. Tapi mungkin dengan teman perjalanan yang berbeda, musim yang berbeda, kota yang berbeda juga pastinya. Kalau ke Jepang lagi, saya ingin sekali explore Tokyo dan Jepang bagian utara seperti Hokkaido dan Shirakawa-Go kalau lagi musim dingin. Galeri Foto Andi Annisa Dwi R - detikFood Sabtu, 10 Jun 2023 2200 WIB Jakarta - Tasya Farasya dikenal sebagai beauty influencer hits di Tanah Air. Ia juga eksis di Instagram dengan berbagai unggahan serunya, termasuk ketika kulineran. ï»żSelamat datang di artikel utama Panduan Jalan ke Jepang! Jepang adalah salah satu destinasi favorit liburan yang booming untuk turis Asia, termasuk orang Indonesia yang lagi suka tren tempat wisata kekinian. Untuk itu kali ini Javamilk akan share serangkaian artikel yang bisa menjadi panduan Anda wisata ke Jepang tanpa pake tour. Artikel akan ditambah dan di-publish seiring waktu, jadi pastikan Anda bookmark halaman utama ini. Membuat Visa Jepang Seputar Japan Rail Pass dan Shinkansen Transportasi dari Narita ke Tokyo Transportasi dari Haneda ke Tokyo Tokyo, part 2, 3, 4, dan part 5. Tokyo Disneyland dan DisneySea Gunung Fuji dan Hakone Yuzawa - Niigata Kyoto Nara Inari Shrine Osaka Tateyama Kurobe Alpine Route Takayama Hokkaido Sapporo Otaru Furano Hakodate Tempat Wisata Tokyo untuk Anak-Anak Destinasi Daytrip dari Tokyo Planning Wisata ke Jepang Setelah border dibuka lagi per 11 Oktober 2022, turis sudah bisa bebas wisata secara mandiri. Bisa tidak jalan sendiri ke Jepang tanpa tour? Bisa banget. Biaya hidup di Jepang mahal? Menurut saya makan dan hotel tidak terlalu dibanding Singapore/HK. Bagaimana dengan masalah bahasa? Selagi Anda sudah planning dan riset rute dan tiket, kita bisa mengurangi interaksi dengan penduduk lokal. Paling mentok adalah nanya tourist office yang ada di stasiun kereta, di mana mereka bisa bahasa Inggris. Gimana dengan menu makan? Untuk restoran yang sudah modern biasa ada menu dalam bahasa Inggris, tapi untuk kedai kecil, kita bayar via mesin sambil tunjuk gambar. Untuk makanan halal perlu effort utk riset. Bagaimana kalau tersesat? Pakai GPS dan Google Maps. Pertama yang harus ditentukan adalah jumlah hari liburan ke Jepang. Ini penting karena menentukan jumlah kota yang bisa Anda tuju. Bagi yang baru mau pertama kali, saya sarankan spend minimal 10 hari. Itu pun 4-5 hari di Tokyo baru 'berasa' puas. Rute jalan tidak perlu terlalu dipikirkan karena rail network di Jepang sangat ekstensif. Bayangkan Osaka-Tokyo dapat ditempuh dalam 3 jam. Yang jauh cuma kalau mau ke Sapporo pakai pesawat atau Shinkansen juga bisa. Sesuaikan juga dengan musim di Jepang. Super peak season adalah sekitar bulan April saat bunga sakura mulai mekar, ini saat di mana hotel lagi mahal-mahalnya. Juga Golden Week di akhir April sampai awal Mei di mana penduduk dapat libur panjang. Anda bisa dapat tiket pesawat belum tentu dapat penginapan murah. Contoh Itinerary Wisata ke Jepang Oke atas permintaan pelanggan, saya tulis contoh itinerary seperti yang saya lakukan. Ini ibaratnya adalah itinerary yang mainstream buat orang yang pertama kali ke Jepang. 12 hari jalan, berangkat dari Jakarta menggunakan AirAsia X via Kuala Lumpur. Pesawat saya beli Jakarta-Haneda dan pulangnya Osaka Kansai-Jakarta. 5 malam pertama menginap di Tokyo ini pun belum cukup ya sebenarnya, lalu naik kereta ke Hakone untuk melihat Gunung Fuji, menginap semalam di Hakone ini. Lanjut naik kereta menuju Kyoto untuk 2 malam, dan 2 malam lagi menginap di Osaka sebelum terbang kembali ke Jakarta. Kota-kota yang disinggahi beserta tempat wisata tinggal Anda baca dan ikuti artikel ini. Jika Anda sudah terlanjur beli tiket pp Jakarta-Tokyo Haneda/Narita, maka tinggal beli tiket kereta shinkansen balik dari Osaka ke Tokyo Narita/Haneda di hari terakhir, tanpa perlu menginap lagi di Tokyo. Itinerary Jepang Edisi Winter Jika Anda kebetulan berkunjung di Winter musim dingin, mid Desember sampai awal Maret, banyak tempat-tempat asyik yang dibuat hanya ada di bulan Desember hingga Maret. Masukkan beberapa tempat ini di dalam list itinerary Anda. Tokyo Roppongi Hills Christmas Illumination Main salju atau ski di Yuzawa - Niigata Petik Strawberry, main salju, makan kepiting sepuasnya di Gunma. Sapporo Snow Festival untuk tahun 2022 ditiadakan Universal Studio Osaka Japan edisi Universal Crystal Christmas Aomori Snow Monster Cooking Class di Tokyo, dari membuat ramen hingga Art Sushi Roll halal. Tiket Murah ke Jepang Ada beberapa maskapai yang bisa kita pakai untuk wisata ke Jepang dengan harga hemat. Tapi ingat, tiket pesawat hanya komponen kecil dari biaya liburan, jadi tidak ada salahnya Anda naik pesawat full-service kalau harga gak beda jauh. Untuk direct flight dari Jakarta yang pasti lebih mahal kita punya pilihan Garuda Airlines ANA Japan Airlines Keuntungan direct flight tentu penerbangan yang lebih singkat dan pelayanan prima. Makan dan minum sudah tidak menjadi masalah deh Cuma yang direct gini harga tiketnya bisa sekitar 5 juta hingga 8 juta rupiah. Update Untuk harga tiket pesawat di tahun 2023, masih berkisar di atas 6,5jt hingga 10jt untuk full-service airlines, jika Anda sabar dan rajin memantau tiket promo mungkin bisa dapat lebih murah dari itu. Sedangkan untuk tiket pesawat murah ke Jepang menggunakan budget airlines LCC, kita bisa coba AirAsia Indonesia, kini tersedia penerbangan langsung Jakarta - Tokyo Narita yang bisa Anda beli untuk jadwal terbang mulai Mei 2018. Tarif tiket pp sekitar Rp 2,500,000 basic fare tanpa bagasi. Update rute ini telah berhenti operasi mulai 1 Oktober 2018. AirAsia X, penerbangan LCC tapi pakai pesawat wide-body, makanya bisa direct Kuala Lumpur ke Jepang. Ada 4 bandara yang dituju Tokyo Haneda, Tokyo Narita, Nagoya, dan Osaka. Update Desember 2022 Flight AirAsia X sudah beroperasi kembali. Menurut saya pilih saja mana yang lebih murah, karena jarak Osaka-Tokyo hanya sekitar 3 jam dengan Shinkansen, dan kalau punya Japan Rail Pass urusan transport bisa dibilang sudah beres. Scoot, transit Singapore, menuju Tokyo Narita. Tiket pp sekitar 4,5jt tanpa bagasi. 2023 Jetstar, perlu transit yaitu Singapore tujuan Osaka. Ada juga rute Singapore-Okinawa dan Fukuoka. Update 2023 penerbangan ke Jepang belum beroperasi kembali. Vietnam Airlines, yup gak salah, airlines ini kadang promo murah juga, coba cari yang start dari Kuala Lumpur. Cebu Pacific, transit via Manila. Untuk budget airlines, Anda tidak harus beli pulang pergi ke bandara yang sama. Gunakan metode ala open-jaw, jadi misalkan pergi Jakarta-Tokyo, pulangnya Osaka-Jakarta. Beberapa airlines punya penerbangan ke kota yang kurang populer seperti Fukuoka, Nagoya, Okinawa jadi bisa jadi opsi. Juga tidak harus pergi pulang pakai airlines yang sama, tergantung promo dan harga lah! Anda perlu riset jika tiba menjelang atau lewat tengah malam di Tokyo atau Osaka kalau pakai AirAsia. Jika penerbangan Anda ada delay, bisa jadi harus naik taksi untuk menuju pusat kota/hotel. Subway/kereta hanya beroperasi hingga tengah malam. Hotel Murah di Jepang Penginapan memang kadang menjadi biaya yang besar. Tapi kalau Anda pernah survive tinggal di Singapore yang mahal, saya pikir tidak akan kaget ke Jepang. Hotel di Osaka cenderung lebih murah dan kamarnya luas dibanding Tokyo. Sedangkan Kyoto harga hotelnya seasonal karena ini tempat wisata favorit baik orang lokal maupun turis. Hotel di Jepang mengadopsi model single. Jumlah orang akan menentukan harga hotel. Juga single bed room ukuran ranjang 120cm akan lebih murah dibanding ukuran ranjang 140 atau 160. Dan pastikan Anda melihat detil ukuran ranjang, tidur berdua di ranjang 120cm bisa jadi encok ; Untuk Tokyo, hotel budget yang bagus mulai dari sekitar „7000 untuk single bed, dengan luas kamar sekitar 7-8m2. Budget hotel chain yang bisa Anda coba cari adalah MyStays, Daiwa Roynet, Toyoko-Inn. Kalau tidak mau repot, pakai search engine dari Tinggal pilih kota dan tanggal, lalu kita bisa filter by lokasi dan bintang hotel. Nanti akan saya bahas lebih detil mengenai memilih lokasi hotel di artikel masing-masing kota. Penginapan model Airbnb juga sangat populer dan banyak tersedia di Jepang. Penginapan ini biasa berupa apartemen orang yang disewakan. Ada yang hanya menyewakan kamar kosong, tapi lebih asyik dan kebanyakan menyewakan satu unit apartemen kosong mereka berupa 1 kamar studio atau unit 2 kamar. Kelebihannya adalah tersedia mesin cuci dan dapur untuk masak, juga sebagian host meminjamkan portable wifi router secara gratis. Tarif kamar mulai sekitar $50 per malam. Internet di Jepang Jaman sekarang kalau wisata tapi gak punya Internet berasa gimana gitu. Tenang, kalau masalah Internet dan wifi di Jepang, banyak tempat penyewaan wifi portable. Paling mudah adalah cari saat tiba di Narita atau Haneda Airport. Kalau mau aman karena kadang stok bisa kosong kita bisa pesan online dulu lalu kita ambil saat tiba di Airport Jepang seperti 4G Router dari Klook, praktis tinggal tentukan mau ambil di bandara yang mana Narita/Haneda/Osaka/Sapporo, pengembalian bisa di bandara lain. Ada juga yang model simcard prepaid, juga diambil saat tiba di bandara Jepang. Harga relatif murah jika Anda tidak banyak pakai data. Misalkan 3GB Data untuk 8 Days sekitar Rp 270rb dan 1GB Data utk 6 Days Rp 130rb, silakan cek di SIM Card Jepang Klook. Ada penawaran khusus SIM Card Jepang gratis oleh WAmazing, yup bener gratis dan kuota dibatasi hanya 500MB bisa bayar topup jika kurang, cocok buat komunikasi anggota keluarga misalkan whatsapp atau browsing sederhana. Anda harus install aplikasi nya, juga sim card diambil saat tiba di airport Narita/Haneda melalui vending machine. Saya sudah coba dan it works, hanya.. ya ada 'tapi'nya, kita harus install profile kalau di iOS untuk mengaktifkan SIM Card ini, dimana berarti traffic Internet kita akan bisa di-monitor. Kalau berharap wifi gratis? Ada juga walaupun perlu sedikit effort. Download iOS/Android app yang namanya Navitime Japan Travel, lalu di dalam ada menu untuk sign-up free wifi dari NTT Japan dan FREESPOT. Wifi NTT bertebaran di kota besar, terutama di dalam stasiun subway. Budget Ngomong masalah duit menurut saya cukup sulit. Tiap orang punya gaya hidup sendiri-sendiri. Pastikan aja Anda hidup moderat, sekali makan kalau murah ala bento dan ramen adalah „400-500. Kalau mau sushi yah hitung piring dan warna-nya. Transportasi sehari anggap saja „400-800, diluar kereta antar kota dan tiket tempat wisata. Selebihnya silakan dihitung sesuai jumlah hari. Yang cukup mahal adalah jika kita beli tiket Shinkansen baik point-to-point misalkan „13000 satu arah Tokyo-Osaka atau beli JR Rail Pass sekalian „27000 untuk 7 hari. Nanti saya bahas mengenai ini di halaman tersendiri. Apakah bisa wisata hemat ke Jepang? Bisa! makan dan hotel menurut saya tidaklah luar biasa mahal. Dibanding Singapore atau Hong Kong, hotel di Jepang cenderung lebih murah di luar peak season seperti awal musim sakura dan musim gugur. Silakan refer ke artikel untuk menghitung budget wisata hemat ke Jepang untuk estimasi dan breakdown pengeluaran. Transportasi Setiap kota besar Tokyo, Osaka, Kyoto, Nagoya, Osaka, Hokkaido, Hakodate, Kobe, dsb sudah mempunyai jaringan transportasi dalam kota yang lengkap yang bisa dipakai turis. Biasa moda transportasi utama adalah kereta subway/mrt. Di Hakodate adanya street car semacam tram. Sedangkan antar kota kita akan banyak memakai kereta cepat hingga Shinkansen. Saya sarankan untuk memakai kereta untuk kemana-mana, praktis dan tepat waktu. Silakan refer ke artikel saya transportasi antar kota di Jepang, di situ dijelaskan lengkap cara beli tiket kereta Jepang termasuk penjelasan tentang Japan Rail Pass. Untuk rute jarak jauh misalkan Tokyo ke Sapporo atau ke Okinawa baru pertimbangkan untuk membeli tiket pesawat. Nah tiket domestik sebaiknya jangan cari-cari di travel langganan Anda atau OTA Indonesia. Ini ada harga khusus buat turis yang mungkin Anda tidak dapatkan lewat agent. Pesawat domestik Air Nippon Airways ANA dan Japan Airlines JAL mempunyai tarif khusus bagi turis „5500-„13000 flat rate untuk rute domestik Jepang ke mana pun. Baca penjelasan dan syaratnya di ANA Experience Japan Fare dan JAL Japan Explorer Pass. Keduanya adalah maskapai full service makan dan bagasi sudah included. Pesawat Low Cost Carrier domestik juga cukup banyak di Jepang, tapi yang bisa kita booking online adalah Jetstar Japan, Skymark Air - ini pesawat dgn dekorasi Pikachu, dan Peach Air. Rata-rata tarifnya berkisar „3000 contohnya Tokyo-Okinawa hingga „8000 Tokyo-Sapporo satu arah. Untuk LCC masing-masing punya syarat yang sangat ketat terutama di timbangan bagasi dan jumlah piece, pastikan Anda baca dengan detil sebelum beli. Ready... Silakan lanjut ke artikel khusus tempat wisata di Tokyo. For some reason mount Fuji wasn’t included in my initial plan. I was mainly only thinking to see Tokyo and Kyoto, and was hesitating to see the most famous Japanese icon. But then I thought that it would be a waste if I spend more than 2 weeks in Japan without seeing Fujisan. Without proper research, I headed to Kawaguchiko, and it turned out to be the first bad luck I had during my travels. Sore it saya bilang ke salah satu travel partners saya selama jalan-jalan ke Jepang, Marcel, kalau besok pagi kita akan ke Kawaguchiko buat ngelihat gunung Fuji. Pikir saya waktu itu, separo rute ke gunung Fuji dicover oleh JR pass, jadi sayang aja kalau gak dimanfaatkan. Lagipula, masak liburan ke Jepang selama lebih dari 2 minggu tapi gak ngelihat ikon terpopulernya sih?. During my travels career, I rarely kena sial karena selalu well-prepared dan being cautious selama perjalanan. Dan saya sering ketemu teman-teman baru yang sering bantuin selama trip. Makanya agak kaget dan speechless aja kalau pas jalan ke gunung Fuji kali ini kita berdua malah kena sial. Dan pastinya, accident ini bikin kesel and we missed the main scenery there. Detailnya akan saya ceritain nanti di akhir cerita because it’s not the main point of this article. The article is written as I want to share my experience and also help you plan your trip to mount Fuji, termasuk menentukan berapa lama waktu yang ideal untuk jalan-jalan ke gunung Fuji. TRIP KE GUNUNG FUJI, JEPANG THE SACRED VOLCANO Simbol pariwisata Jepang yang paling terkenal ini adalah gunung berapi aktif yang terakhir kali meletus pada tahun 1707. Gunung Fuji atau yang akrab disebut Fujisan adalah gunung tertinggi di Jepang dengan tinggi 3776 meter. Bentuknya yang hampir sempurna dengan diselimuti salju di puncaknya membuat banyak turis terkagum-kagum dengan Fujisan. Tak mengherankan pula kalau banyak yang worship Fujisan sebagai a sacred mountain. Tercatat ada sekitar turis yang mendaki ke gunung Fuji setiap tahun. Turis yang datang hanya untuk mengagumi keagungan Fujisan tentunya lebih banyak lagi. Gunung Fuji terletak di perbatasan prefektur Shizuoka dan Yamanashi dan kadang terlihat dari Tokyo dan Yokohama saat cuaca cerah. Waktu terbaik untuk melihat gunung Fuji adalah saat musim dingin dan gugur, tepatnya saat pagi banget dan late evening hours. Kalau kamu menuju Osaka, Kyoto, dan Nagoya dari Tokyo, kamu juga berkesempatan melihat gunung Fuji dari dalam shinkansen. Jangan lupa untuk duduk di kursi sebelah kanan, terutama di sekitar stasiun Shin-Fuji. Beberapa viewing points terbaik dan terpopuler untuk menikmati cantiknya gunung Fuji dan alam sekitarnya diantaranya adalah area 5 danau/ Fujigoko di kaki gunung Fuji sebelah utara. Danau yang paling accessible dari Tokyo dan memiliki banyak atraksi untuk turis asing adalah danau Kawaguchiko; dan Hakone, resor pemandian air panas di dekat Fujisan. Dari danau Kawaguchiko, kamu bisa lihat gunung Fuji dari dekat dan dengan jelas. Area ini juga populer sebagai base pendakian, camping serta memancing. Kalau kamu mau hiking naik ke gunung Fuji, sebaiknya lakukan di bulan Juli dan Agustus, karena di kedua bulan ini pendakian dibuka secara resmi. TRIP KE GUNUNG FUJI, JEPANG HOW TO GET THERE Karena saya punya JR pass, maka untuk ke gunung Fuji saya naik shinkansen lalu ganti dengan kereta lokal tujuan Kawaguchiko. Cuma sayangnya karena kurang riset dan mungkin karena baru sekali naik shinkansen, saya dan Marcel turun di stasiun yang salah. Instead of turun di stasiun Otsuki, kita kelewatan sampai akhirnya memutuskan untuk turun di Kofu, yaitu sebuah kota kecil di prefektur Yamanashi. Lumayan juga sih dapet waktu 1,5 jam buat jalan-jalan di kota kecil ini. Setelah itu kita naik shinkansen lagi, kali ini dengan tujuan stasiun Otsuki. Pada dasarnya ada beberapa cara untuk menuju ke gunung Fuji dari Tokyo ke Kawaguchiko, yaitu Shinkansen dan kereta lokal Dengan JR pass, kamu bisa menuju ke gunung Fuji, tepatnya ke salah satu viewing point-nya yang paling populer yaitu Kawaguchiko dengan naik shinkansen Kaiji dari stasiun Shinjuku, lalu turun di stasiun Otsuki. Disini kamu perlu ganti kereta dengan Fujikyu railway line dan JR pass tidak berlaku untuk naik kereta ini tapi JR Tokyo wide pass berlaku. Kamu bisa beli tiketnya di loket dengan harga 1440 yen. Total waktu perjalanan adalah 2 jam 50 menit. Cara ini bisa kamu consider kalau kamu gak mau rugi karena udah beli JR pass, kayak saya hehe.. Tapi kalau mau hemat waktu, sebaiknya naik bus. 2. Bus Ke gunung Fuji juga bisa dengan naik bus menuju danau Kawaguchiko. Dari stasiun Shinjuku, carilah lokasi Shinjuku expressway bus terminal. Lalu kamu bisa naik bus tujuan stasiun Kawaguchiko. Perjalanan memakan waktu 1 jam 45 menit sedangkan tiketnya yen one way. Tiket bus bisa dibeli online disini. Note Kalau kamu cuma punya waktu 1 hari ke gunung Fuji, sebaiknya naik bus terpagi, yaitu sekitar jam pagi sehingga kamu punya waktu lebih banyak untuk menikmati Fujisan dan danau Kawaguchiko. Kalau kamu ingin melanjutkan perjalanan ke Gotemba premium outlets untuk shopping setelah jalan-jalan ke gunung Fuji, kamu bisa naik bus dari stasiun Kawaguchiko tujuan Gotemba premium outlets. Perjalanannya memakan waktu 1 jam 45 menit, sementara tiketnya 1540 yen one way. Tiket bisa dibeli langsung saat naik ke bus. TRIP KE GUNUNG FUJI, JEPANG GETTING AROUND Saya jalan-jalan ke gunung Fuji cuma selama setengah hari. Karena keterbatasan waktu dan accident yang kita alamin, gak worth kalau saya ambil bus pass, jadinya kita jalan kaki aja selama berada di Kawaguchiko. Tapi kalau kamu punya waktu minimal 1 hari di Kawaguchiko, apalagi kalau stay overnight, kamu bisa gunakan bus pass yang mana dengan pass ini kamu bisa naik bus sepuasnya keliling Kawaguchiko dan ke gunung Fuji tentunya. Harganya yen dan berlaku selama 2 hari. Bus tiba setiap 15 menit, sedangkan pass bisa kamu beli di depan stasiun Kawaguchiko. Ada beberapa petugas yang menawarkan bus pass ke para turis yang baru turun dari kereta. Ambillah Kawaguchiko atau red line. Tapi pass juga berlaku untuk naik bus di green dan blue line. Berikut jadwal, rute, dan mapnya. Cara lain untuk menikmati Kawaguchiko dan gunung Fuji yang bisa kamu consider adalah dengan naik sepeda. Biaya sewanya yen per hari. Oh, I wish I had done more research about the trip to Fujisan. I might have had enjoyed the scenery by cycling around the town and the lake. Saya baru pernah sepedaan di Jepang pas jalan-jalan ke Tokyo selama 8 hari, tepatnya di sekitar Asakusa. Ini kegiatan yang pastinya bakal saya lakuin pas jalan-jalan ke gunung Fuji lagi, setelah pandemic over. TRIP KE GUNUNG FUJI, JEPANG THINGS TO SEE & DO Chureito Pagoda Salah satu spot terpopuler untuk menikmati view gunung Fuji sekaligus untuk take stereotypical shots of Japan. Dari sisi pagoda Chureito kamu bisa melihat gunung Fuji dan view kota Fujiyoshida di kejauhan. Pagoda 5 lantai ini merupakan bagian dari kuil Arakura Shengen. Waktu terbaik untuk kesini adalah saat musim semi saat bunga sakura bermekaran, atau musim gugur, tepatnya awal November . Untuk kesini, kamu bisa naik kereta Fujikyu railway line dari stasiun Kawaguchiko menuju stasiun Shimo-Yoshida 10 menit/ 310 yen atau dari stasiun Otsuki 35 menit/ 980 yen. Dari stasiun Shimo-Yoshida perlu jalan kaki selama 10 menit ke kuil Arakura Shengen, dilanjutkan dengan hiking sebanyak hampir 400 langkah. 2. Fuji Shibazakura Festival Festival bunga shibazakura terbaik dan paling populer di Jepang. Festival ini digelar di sebelah selatannya danau Motosuko, salah satu dari 5 area danau untuk melihat gunung Fuji, atau 40 menit dari stasiun Kawaguchiko. Bayangkan padang bunga berwarna pink menghampar dengan gunung Fuji yang berselimut salju sebagai latar belakang. Very breathtaking!. Festival Shibazakura diadakan setiap pertengahan bulan April hingga awal Juni, dari jam 8 pagi hingga 5 sore. Kalau kamu ingin menikmati picturesque views ini tanpa berdesak-desakan, sebaiknya hindari kesini saat weekends dan saat golden week. Datanglah di pagi hari agar bisa leluasa menikmati view dan festivalnya. Saat festival berlangsung, ada bus Shibazakura Liner yang menghubungkan stasiun Kawaguchiko dengan venue festival. Perjalanannya memakan waktu 40 menit. Sedangkan tiketnya 2200 yen untuk round trip dan termasuk tiket masuk ke festival. Note Tiket ke festival saja 800 yen. 3. Fuji-Q Highland Taman hiburan yang terkenal dengan 4 roller coastersnya yang berada di kaki gunung Fuji, di area 5 danau. Selain roller coasters, amusement park ini juga dilengkapi dengan permainan bertema anime; Thomas Land; Highland Resort Hotel and Spa yang menawarkan view gunung Fuji; Fujiyama museum, sebuah museum yang berisi koleksi lukisan dan ilustrasi gunung Fuji; serta Fujiyama onsen, pemandian air panas di sebelah resor yang memiliki onsen indoor dan outdoor serta terpisah antar gender. Untuk menuju ke Fuji-Q Highland, kamu bisa naik kereta Fujikyu railway line dari stasiun Kawaguchiko tujuan stasiun Fujikyu Highland 2 menit, 180 yen one way. Selain itu, banyak bus lokal yang berhenti di depan Fuji-Q Highland dan Fujiyama onsen. Tiket masuk ke Fuji-Q Highland free, hanya perlu membayar per permainan mulai dari 400 – 2000 yen. 1 day-pass for unlimited rides 5800 yen. 4. The Mount Fuji Panoramic Ropeway Salah satu cara untuk menikmati view gunung Fuji dan danau Kawaguchiko dari atas adalah dengan naik ropeway/ cable car. Ropeway akan membawa kamu ke sebuah observation deck di dekat puncak gunung Tenjo, di ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Untuk menuju ke stasiun ropeway, kamu bisa naik bus dengan bus pass, red line dari stasiun Kawaguchiko selama 15 menit, tujuan Yuransen Ropeway Iriguchi bus stop. Atau jalan kaki dari stasiun Kawaguchiko selama 15-20 menit. Tiket ropeway roundtrip 900 yen dan 500 yen untuk one way. 5. Kubota Itchiku Art Museum Museum seni yang memamerkan karya-karya Kubota Itchiku, seorang seniman Jepang yang berhasil membangkitkan kembali seni pewarnaan sutra Tsujigahana. Karya masterpiece-nya yang belum rampung, “Simphony of Light” yang terdiri dari 80 kimono yang menggambarkan gunung Fuji dipamerkan disini. Museum ini worth to visit bukan hanya karena koleksi seninya tapi juga karena bangunan dan tamannya yang sangat menarik. Gedung museum dibangun dari batu kapur dan karang dari Okinawa, sedang di belakang galeri ada tea room yang unik. Berbagai koleksi seni dari Asia dan Afrika dipamerkan di halaman museum. Untuk menuju museum ini, kamu bisa naik bus dari stasiun Kawaguchiko tujuan Kubota Itchiku Bijutsukan bus stop dengan bus pass, red line selama 25 menit. Tiket masuk 1300 yen. TRIP KE GUNUNG FUJI, JEPANG KENA SIAL DI KAWAGUCHIKO As I’ve promised before, here I will tell you what had happened to us at Kawaguchiko.. Setelah sempat salah turun stasiun dan menjelajah Kofu selama 1,5 jam, saya dan Marcel akhirnya bisa naik shinkansen yang bener menuju ke stasiun Otsuki. Dari Otsuki, kita naik kereta Fujikyu yang mirip KRL itu menuju Kawaguchiko. Marcel sempet ketiduran karena capek, sedang saya ya ngantuk dikitlah. Pas kereta sampai, saya langsung bergegas turun dan keluar stasiun. Udah excited mau lihat Fujisan dari dekat. Eh, tapi kok si Marcel gak ada ya. Saya cari di toilet dan loket tiket pun sama aja. Ternyata dia lagi sibuk ngubek-ngubek kereta berama seorang petugas. Can you guess what just happened?. Dompet dia hilang/ jatuh pas tidur. Sialnya di dompet itu ada paspor dan JR pass. Jadilah kita menghabiskan waktu beberapa jam untuk mencari dompet itu di kereta, rel, dan area stasiun dan sekitarnya. Langkah selanjutnya adalah bikin laporan kehilangan paspor di pos polisi terdekat, karena surat ini diperlukan untuk dia bikin paspor sementara di KBRI Tokyo. Kita sempat bingung juga kapan bisa ke KBRI karena saat itu hari natal dan menjelang tahun baru KBRI dan kantor polisi Tokyo akan tutup. Cuma sayangnya petugas polisi di pos polisi Kawaguchiko gak bisa bahasa Inggris yang proper. Mereka berdua udah tua dan akhirnya kita berkomunikasi dengan google translate, yang tentunya jauh dari cukup untuk bikin laporan kehilangan. Disini saya heran banget, kenapa di kota yang sangat touristy seperti Kawaguchiko polisinya malah gak bisa bahasa Inggris?. Sedangkan setiap saya nanya arah sama polisi dan petugas stasiun di kota-kota lainnya, mereka semua bisa bahasa Inggris, minimal basic english. Akhirnya saya putuskan nelpon Maya, travel partner saya lainnya yang sedianya akan join dengan kita di Nara. Maya sempat berkomunikasi dengan pak polisi tapi bahasa Jepang dia terbatas. Well, karena kita perlu ngasih detail kejadian dan karena diburu waktu juga winter, sunsetnya jam 5 sore, akhirnya saya telpon teman Jepang saya yang tinggal di Jogja, kemudian dia menyampaikan urutan kejadian ke pak polisi in Japanese. Case closed?, oh gak secepat itu. Ketika kita udah putar arah menuju ke danau dan lagi asyik makan siang, pak polisi nelpon Maya lalu Maya messaged saya, katanya kita diminta balik ke pos polisi. Tentu saja kita mikir dompetnya udah ketemu. Jreng jeng
ternyata pak polisi lupa nanyain nama lengkap Marcel.. So you see, kita menghabiskan banyak waktu dengan pak polisi. Akibatnya kita gak bisa ke danau karena udah keburu gelap. Tapi masih cukup beruntung untuk ngelihat gunung Fuji di
parkiran ahahaha. Saya sempet gondok juga ama Marcel karena kok dia pakai naruh paspor di dompet bukannya di dasar tas. Karena paspor gak perlu ditunjukkin ke petugas stasiun setiap mau naik shinkansen, cukup tunjukkin JR pass aja. Kalau JR pass doang yang hilang kan masih bisa beli tiket shinkansen ketengan, or naik bus. Tapi ya lesson learned, and we don’t want this accident to ruin the entire trip. Besoknya kita udah balik ke mood normal dan siap untuk pindah ke Kyoto. I also got a lesson. Kalau ke gunung Fuji itu gak cukup setengah hari, minimal 3 hari dengan 2 malam menginap di Kawaguchiko. Hari pertama untuk keliling dengan menggunakan bus pass dan ke pagoda Chureito, hari kedua ke festival Shibazakura dan Fuji-Q Highland. Sedangkan hari ketiga untuk shopping ke Gotenba premium outlets sekaligus pulang ke Tokyo. Wah, udah jadi nih itinerary untuk trip selanjutnya ke gunung Fuji. Tinggal menunggu pandemik selesai, dan cusss ke Jepang lagi !! Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir DanauImutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di BarcelonaAda Turki Mini di Bosnia HerzegovinaNyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti HalalThe Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film ñ€“ film Hollywood Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here Watch & subscribe to my daily vlog in America at my YouTube channel Dada Kimura

pengalaman jalan jalan ke jepang