Adapunperbedaan antara akhlak dan tasawuf. Secara definisi akhlak adalah suatu tingkah laku yang dilakukan seseorang yang biasanya orang tersebut melakukan perbuatan tersebut dengan baik atau yang disebut akhlak terpuji, tetapi ada juga orang yang melakukan perbuatan buruk sehingga disebut akhlak tercela. Akhlak sendiri berasal dari bahasa
Perbedaandari akhlak dan tasawuf adalah pada pengertiannya itu sendiri. Akhlak dan tasawuf adalah dua hal yang berbeda dan tidak sama. Tasawuf adalah sebuah ilmu yang mengajarkan tentang bagaimana manusia harus membersihkan hati dan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Para sufi haruslah menghindari hal-hal yang berbau kesenangan duniawi dan
musimcuti sekolah, penerapan etika moral dan akhlak dalam kehidupan, pendidikan agama islam 1 makalah tentang akhlak, 5 contoh akhlak yang baik agama sebagai moral akhlak mulia dalam kehidupan, peranan tasawuf dalam kehidupan modern, faktor persekitaran sosial dan hubungannya dengan, isu isu masalah disiplin pelajar pendekatan dan
Tasawufakhlaki adalah tasawuf yang sangat menekankan nilai-nilai etis (moral) atau taswuf yang berkonsentrasi pada perbaikan akhlak. Ajaran tasawuf akhlaki membahas tentang kesempurnaan dan kesucian jiwa yang di formulasikan pada pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku yang ketat, guna mencapai kebahagiaan yang optimal.
Korelasiantara Ilmu Tauhid dan Tasawuf, Berikut Penjelasannya! Telah diketahui sebelumnya bahwa Ilmu Tauhid adalah salah satu disiplin Ilmu yang begitu berperan penting dalam dunia keislaman. Terlebih bagi kita yang memang sedang ikut serta dalam mempelajari kajian Islam itu sendiri sebagai kewajiban kita selaku umat Islam.
salah satu fungsi kerajinan tekstil dari bahan limbah kecuali. MAKALAH AKHLAK TASAWUF TENTANG Definisi Akhlak, Tasawuf, Persamaan Dan Perbedaan Serta Hubungan Keduanya DI SUSUN OLEH KELOMPOK I 1. AGUS RIZAL Nim 2. ADE IRAWAN DOSEN PEMBIMBING JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PAI SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH SYEKH BURHANUDDIN STIT SB PARIAMAN TAHUN 2016 / SEMESTER III DAFTAR ISI BAB I ...................................................................................................................... 4 PENDAHULUAN .................................................................................................. 4 Latar Belakang ......................................................................................... 4 Rumusan Masalah .................................................................................... 5 BAB II ..................................................................................................................... 6 PEMBAHASAN ..................................................................................................... 6 PENGERTIAN DAN DEFINISI AKHLAK ............................................ 6 A. Pengertiannya ........................................................................................... 6 B. Definisi Akhlak ........................................................................................ 7 C. Akhlak dan Ilmu Akhlak .......................................................................... 8 D. Etika dan Moral ........................................................................................ 9 E. Jenis-jenis Akhlak .................................................................................... 9 TASAWUF ............................................................................................... 9 A. Pengertian Tasawuf .................................................................................. 9 B. Definisi Tasawuf. ................................................................................... 11 C. Sejarah Kemunculan tasawuf ................................................................. 11 PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ANTARA AKHLAK DAN ILMU TASAWUF ....................................................................................................... 13 A. Persamaan Etika, Moral, dan Akhlak ..................................................... 13 B. Hubungan Manusia dengan Etika, Moral dan Akhlak ........................... 14 KEDUDUKAN AKHLAK DAN TASAWUF DALAM ISLAM SERTA HUBUNGAN KEDUANYA ............................................................................ 17 A. Kedudukan akhlak dalam islam ............................................................. 17 B. Kedudukan Tasawuf Dalam Islam ......................................................... 17 HUBUNGAN ILMU AKHLAK DENGAN ILMU LAINNYA ............ 20 A. Hubungan Ilmu Akhlak dengan Ilmu Tasawuf ...................................... 20 B. HUBUNGAN AKHLAK DENGAN TASAWUF DALAM ISLAM .... 20 C. Hubungan Ilmu Akhlak dengan Ilmu Tauhid ......................................... 22 D. Hubungan Ilmu Akhlak dengan Ilmu Jiwa............................................. 26 E. Hubungan Ilmu Jiwa dengan Ilmu Pendidikan ...................................... 26 MK Akhlak Tasawuf 2 BAB III ................................................................................................................. 27 PENUTUP ............................................................................................................. 27 kesimpulan.............................................................................................. 27 Saran ....................................................................................................... 27 Daftar Pustaka ....................................................................................................... 28 MK Akhlak Tasawuf 3 BAB I PENDAHULUAN Belakang Akhlak Tasawwuf adalah merupakan salah satu khazanah intelektual Muslim yang kehadirannya hingga saat ini semakin dirasakan, secara historis dengan teologis akhlak tasawwuf tampil mengawal dan memandu perjalanan hidup umar agar selamat dunia dan akhirat. Tidaklah berlebihan jika misi utama kerasulan Muhammad SAW. Adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, dan sejarah mencatat bahwa faktor pendukung keberhasilan dakwah beliau itu antara lain karena dukungan akhlaknya yang prima. Khazanah pemikiran dan pandangan di bidang akhlak da tasawwuf itu kemudian menemukan momentum pengembangan dalam sejarah, antara lain ditandai oleh munculnya sejumlah besar ulama tasawwuf dan ulama di bidang akhlak. Bersamaan dengan itu perkembangan teknologi di bidang alat-alat anti hamil, makanan minuman, dan obat-obatan telah membuka peluang terciptanya kesempatan untuk membuat produk alat-alat, makanan, minuman dan obat-obatan terlarang yang menghancurkan masa depan generasi muda. Tempat-tempat beredarnya obat terlarang semakin canggih. Demikian juga sarana yang membawa orang lupa pada tuhan, dan cenderung maksiat terbuka lebar di mana-mana. Semua in semakin enambah beban tugas akhlak tasawuf. Melihat demikian pentingnya akhlak tasawwuf dalam kehidupan ini tidaklah mengherankan jika akhlak tasawuf ditentukan sebagai mata kuliah yang wajib diikuti oleh kita semua dikarenakan pentingnya tersebut. MK Akhlak Tasawuf 4 Disadari bahwa masih banyak bidang akhlak tasawwuf yang dapat dikemukakan, namun keterbatasan ilmu yang kami miliki kami mohon maaf jika mempunyai kesalahan dalam pengumpulan data referensi yang kami kumpulkan ini. Masalah 1. Apa definisi Akhlak? 2. Apa definisi Tasawuf? 3. Bagaimana untuk memahami tujuan dari akhlak dan tasawwuf? 4. Apa saja faidah dari mempelajari akhlak tasawwuf ? 5. Apa persamaan dan perbedaan antara Akhlak dengan Tasawuf ? 6. Bagaimana Hubungan antara Akhlak dengan Tasawuf? MK Akhlak Tasawuf 5 BAB II PEMBAHASAN PENGERTIAN DAN DEFINISI AKHLAK A. Pengertiannya Kata akhlak berasal dari bahasa arab yang sudah diindonesiakan, yang juga di ÙŒ Ùâ€ Ø§Ù Ù’ØØ§Ù„‬Adalah jama‟ Ta‟sir dari kata ÙŒ â€ ÙØØ ÙØâ€¬. istilahkan perangai atau kesopanan. Kata â€Ù‚‬ Kata tersebut diatas , merupakan jamak taksir yang tetap, atau tidak dapat diubah ubah bentuknya dengan jama‟ taksir yang lain. Hal ini , berbeda dengan kata ÙŒ Ù Ù Unta bisa diubah ubah bentuk jamak taksirnya menjadi beberapa macam bentuk, Misalnya â€Ù Ùمْج ٠ٌا‬ â€Ù ٠ٌا‬ ÙŒ Ùâ€Ù ٠ا‬ Ù ÙŒâ€Ù٠ا‬ Ù ÙŒ â€Ù٠ا‬ ÙŒ â€ÙÙمْج‬ Ù ÙŒ Ùâ€Ù ا‬ Dan Ù ÙŒâ€Ùا‬ Ahli bahasa arab sering menyamakan arti akhlak dengan istilah ÙŒâ€ Ø§ÙØ§Ùمْج ÙÙ…ÙØ±ÙÙ…Ù’Ø¬ÙˆØ¡ÙØ©â€¬, â€ Ø§ÙØ§Ø¯ÙÙÙŠÙمْج Ùن‬, ÙŒâ€ Ø§Ù ÙØ§Ø¹ ÙØ¯Ø©â€¬, â€ Ø§ÙØ§ØÙÙÙمْجب ÙØ¹â€¬, Ù ÙÙâ€Ø§Ø§Ù ÙÙØ³ ÙØ¬ÙŠâ€¬ yang kesemuanya diartikan dengan akhlak,watak, kesopanan, perangai, kebiasaan dan sebagainya. Selanjutnya , Barmawie Umarie1 menguraikan pengertian sebagai berikut Asal kata akhlak adalah meervoud dari khildun yang mengandung segisegi persesuaian dengan kata khaliq dan makhluq. Dari sinilah perumusan ilmu akhlak yang merupakan koleksi ugeran yang memungkinkan timbulnya hubungan yang baik antara makhluk dengan khalik, serta makhluk dengan makhluk lainnya. 1 Pengarang buku Materia Akhlak, terbitan solo,1978. MK Akhlak Tasawuf 6 B. Definisi Akhlak Para Ulama Ilmu Akhlak merumuskan ilmu akhlak dengan berbeda-beda tinjauan yang dikemukakan, antara lain a. Al-Qurtuby mengatakan Suatu perbuatan manusia yang bersumber dari adab-kesopanannya disebut akhlak, karena perbuatan itu termasuk bagian dari kejadian. b. Muhammad bin â€Ilan Al-Sadiqy mengatakan Akhlak adalah suatu pembawaan dalam diri manusia, yang dapat menimbulkan perbuatan yang baik, dengan cara mudah Tanpa dorongan dari orang lain . c. Ibnu Maskawaih mengatakan Akhlak ialah keaadaan jiwa yang selalu mendorong manusia berbuat, tanpa memikirkan lebih lama. d. Abu Bakar Jabir Al-Jaziri mengatakan Aklhak adalah bentuk kejiwaan yang tertanam dalam diri manusia, yang menimbulkan perbuatan baik dan buruk, terpuji dan tercela dengan cara yang disengaja. e. Imam Al-Ghazali mengatakan Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan, tanpa melalui maksud untuk memikirkan lebih lama . Maka jika sifat tersebut melahirkansuatu tindakan yang terpuji menurut ketentuan akal dan norma Agama, dinamakan akhlak baik . tetapi manakala ia melahirkan tindakan yang jahat, dinamakan akhlak yang buruk. Imam A-Ghazali menekankan, bahwa akhlak adalah sifat yang teranam dalam jiwa manusia, yang dapat dinilai baik dan buruknya, dengan menggunakan ukuran ilmu pengetahuan dan norma Agama. MK Akhlak Tasawuf 7 Dari eberapa definisi diataas dapat ditarik definisi lain bahwa akhlak adalah perbuatan manusia yang bersumber dari dorongan jiwanya. Maka gerakan refleks, denyut jantung dan kedipan mata tidak dapat disebut akhlak , karena gerakan tersebut tidak diperintahkan dari unsur kejiwaan. Dorongan jiwa yang melahirkan perbuatan manusia , pada dasarny bersumber dari kekuatan bathin yang dimilki oleh setiap manusia, Yaitu  Tabiat pembawaan , ialah suatu dorongan jiwa yag tidak dipengaruhi oleh lingkungan manusia, tetapi disebabkan oleh aluri dan faktor warisan sifat-sifat dari orang tuanya atau nenek moyangnya.  Akal – fikiran yaitu dorongan jiwa yang dipengaruhi oleh lingkungan manusia setelah melihat sesuatu, mendengarkan, merasakan, dan merabanya. Alat kejiwaan ini , hanya dapat menilai sesuatu yang lahir yang nyata . Dorongan ini disebut dengan istilah Al- Aqlu.  Hati nurani yaitu dorongan kejiwaan yang hanya dipengaruhi oleh faktor intuitif wijdan . alat kejiwaan yang dapat menilai hal-hal yang sifatnya abstrak yang bathin . dorongan ini disebut Al- Bashirah. Karena dorongan ini mendapatakn ketereangan ilham dari Allah. Ketiga kekuatan kejiawaan dalm diri manusia inilah yang menggambarkan hakikat manusia itu sendiri. Maka konsep dalam pendidikan dalam islam , selalu memperhatika ketiga kekuatan tersebut, agar dapat berkembang dengan baik dan seimbang sehingga terwujud manusia yang ideal Insal Kamil menurut konsepdi Islam. C. Akhlak dan Ilmu Akhlak Akhlak adalah suatu istilah Agama yang dipakai menilai perbuatan manusia, apakah itu baiak atau buruk, sedangkan ilmu Akhlak adalah suatu illmu pengetahuan Agama Islam, yang berguna untuk memberikan petunjuk-petunjuk kepada manusia. MK Akhlak Tasawuf 8 D. Etika dan Moral Etika Ethos adalah kata Yunani yang bearti Adat, watak atau kesusilaan. Sedagkan Moral Mos yang jama‟nya Mores adala kata latin yang berarti adat atau cara hidup. a. Istilah Etika digunakan untuk mengkaji sistem nilai yang ada, oleh karena itu etika merupakan suatu ilmu. b. Istilah Moral digunakan untuk memberikan keritaria perbuatan yang sedang dinilai. Oleh karena itu moral bukan suatu ilmu, tetapi merupakan suatu perbuatan manusia. E. Jenis-jenis Akhlak a Akhlak baik /terpuji, yaitu perbuatan baik terhadap Tuhan, sesama manusia dan makhluk-makhluk yang lain. b Akhlak buruk/ tercela yaitu perbuata buruk terhadap tuhan, sesama manusia dan makhluk-makhluk yang lain. TASAWUF A. Pengertian Tasawuf Dari segi bahasa terdapat sejumlah kata atau istilah yang dihubungkan para ahli untuk menjelaskan kata tasawuf, Harun Nasution misalnya menyebut kan lima hal yang berkenaan dengan tasawuf, yaitu al-shuffah ahl-alshuffah,orang yang ikut nabi dari makkah ke madinah , saf barisan , sufi suci , shopos bahasa yunani hikmat , dan suf kain wol . Keseluruhan katakata ini bisa saja dihubungkan dengan tasawuf. Dari segi linguistik kebahasaan ini segera dapat dipahami bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu memelihara kesucian diri yang pada hakikatnya adalah akhlak yang mulia. Adapun pengertian tasawuf dari segi istilah atau pendapat para ahli amat bergantug pada sudut pandang yang digunakan masing-masing, selama ini aada tiga sudut pandang yang digunakan para ahli untuk mendefinisika tasawuf, yaitu sudut pandang manusia sebagai makhluk terbatas, manusia sebagai makhluk yang MK Akhlak Tasawuf 9 harus berjuang, dan manusia sebagai makhluk yang bertuhan. Jika dilihat dari sudut pandang manusia yang terbatas maka tasawuf dapat didefinisikan sebagai upaya mensucikan diri dengan cara menjauhkan pengaruh kehidupan dunia, dan memusatkan perhatian hanya kepada Allah SWT. Jika dilihat sudut pandang manusia yang harus berjuang maka tasawuf dapat didefinisikan sebagai upaya memperindah diri dengan akhlak yang bersumber dari ajaran agamadalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT,dan jika sudut pandang manusia sebagai makhluk yang bertuhan, maka tasawuf dapat didefinisikan sebagai kesadaran Para ahli dalam bidang tasawuf hampir sepakat mengatakan bahwa sulit untuk merumuskan pengertian tasawuf . diantara sebab utama terjadinya hal itu karena tasawuf merupakan refleksi diri dan pengalaman pribadi seseorang3. Sementara itu salah seorang Ulama asal minangkabau Hamka, juga mengemukakan pendapat yang senada. Menurutnya, arti tasawuf dan asal katanya menjadi pertikaian ahli logat atau bahasa, yaitu pertama, shafa yang berarti suci bersih, ibarat kaca. Kedua dari kata shuf yang berarti bulu binatang dibaca wol kasardan mereka tidak menyukai pakaian yang indah-indah. Ketiga berasal dari kata shuffah yang diasosiasikan kepada segolongan sahabat nabi yang menyisihkan dirinya di suatu tempat terpencil disamping mesjid nabi. Keempat berasal dari kata shufanah yaitu sebatang kayu mersik yang tumbuh dipadang pasir arab. Kelima, dari theosofie, yang berarti ilmu ketuhanan yang kemudian diucapkan oleh lidah orang arab sehingga berubah menjadi tasawuf. Asal kata kelima inilah menurut Hamka baru digunakan untuk zaman akhir ini dan oleh para ahli yang menganggap sufi bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahsa yunani yang diarabkan4 2 3 4 Abuddin nata, Akhlak tasawuf dan karakter mulia,jakartarajawali pers,2015. Ihsan Sanusi, Akhlak tasawuf,batusangkarSTAIN Batusangkar pres,2012, Hamka,tasawuf modern,Jakartapustaka panjimas,1990,h 12 MK Akhlak Tasawuf 10 B. Definisi Tasawuf. Para ulama tasawuf berbeda cara mamndang kegiatan tasawuf sehingga mereka merumuskan definisinya juga berbeda Ada definisi yang dikemukakan oleh para ahlinya 1. Shekh Muhammad Amin al-Kudri “Tasawuf adalah ilmu yang dengannya dapat diketahui hal ikhwal kebaikan dan keburukan jiwa, cara membersihkannya dari sifat-sifat yang buruk dan mengisinya dengan sifat2 terpuji cara melakukan suluk, melangkah menuju keridhaan Allah dan meninggalkan Laranganya menuju kepada perintahnya . 2. Imam Al-Ghazali mengemukakan pendapat Abu Bakar Al Kuttai. Tasawuf adalah budi pekerti ; barang siapa yang memberikan bekal budi pekerti atasmu, bearti ia memberikan bekal atas dirimu dalam tasawuf. Maka hamba yang jiwanya menerima perintah untuk beramal, karena sesungguhnya mereka melakukan suluk dengan Nur petunjuk islam. Dan ahli zuhud yang jiwanya menerima perintah untuk melakukan beberapa akhlak terpuji karena mereka telah melakukan suluk dengan nur petunjuk C. Sejarah Kemunculan tasawuf Jika dilihat dari sudut pandang munculnya tasawuf , praktek dan substansi ajaran tasawuf sebenarnya sebenarnya sudah melembaga dalam setiap invidu para sahabat nabi dan akan lebih nyata lagi pada pribadi nabi Muhammad SAW sendiri. Munculnya tasawuf sebagai disiplin ilmu tasawuf tersendiri baru nampak setelah ia diperdebatkan sebagai satu istilah sekitar akhir abad kedua Hijriah 815 H yang dinamakan wol kasar atau shuf. 5 Mahjuddin, Akhlak Tasawuf.Jakarta Radar jaya offset, 2009 h. 65-67 MK Akhlak Tasawuf 11 Pakaian ini banyak digunakan para zahid muslim sebagai pembeda diri mereka dengan orang lain yang senantiasa memakai pakaian mewah. Dalam kondisi ini shuf/wol kasar merupakan simbol sebagai orang hidup fakir dihadapan Allah SAW. Dan sejarahnya zahid pertama yang menggunakanya adalah Abi Hasan Al Khuff H . Perwujudan tasawuf secara resmi ini yang terkesan terlambat tersebut dijadikan landasan kritik bagi oreantalis, bahwa tasawuf bukan muncul dari dunia islam melainkan kemunculannya dipengaruhi oleh berbagai diluar islam/tradisi kerohanian agama-agama lain. Terkaitan dengan rumusan akar kata tasawuf ini ,barangkali menarik dan penting menguntip pendapat Harun Nasution6, secara komprensif yang mengemukakan lima rumusan asal kata tasawuf, yaitu 1. Pertama ahl al shuffaah ,yang beararti orang yang ikut nabi hijriah dari mekah ke madinah yang merupakan refleksi keikhlasan seseorang meninggalkan harta benda demi kepentingan Allah dan Rasul-Nya. 2. Kedua Shaff yang bermakna saf pertama dalam sholat berjama‟ah yang mendapat kemuliaan dan pahala, begitu juga dengan kaum sufi dimuliakan Allah SWT dan diberi pahala yang berlimpah. 3. ketiga ;shufi ,yang bermakna bersih atau suci ,yaitu orang yang telah mensucikan dirinya dengan latihan-latihan riyadhah yang berat dan lama. 4. Keempat Shophos, dari bahasa yunani yang berarti hikmah, dimana orang orang sufi adlah orang-orang yang mendapat atau mempunyai hikmah. Dengan demikian seorang sufi merupakan gambaran kearifan jiwa yang senantiasa cenderung kepada kebenaran. 5. Kelima dari kata shuff, yang berarti kain wol kasar yang senantiasa yang dipakai kalangan sufi sebagai simbol kesederhanaan, tidak mementing 6 Harun nasution. Falsafah dan mistisisme dalam islam, jakarta bulan bintang, 1995, MK Akhlak Tasawuf 12 kehidupan materialisme duniawi, sehingga tetap dalam tuntunan mengabdi kepada Allah SWT. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ANTARA AKHLAK DAN ILMU TASAWUF A. Persamaan Etika, Moral, dan Akhlak 1. Persamaan a. Persamaan ketiganya terletak pada fungsi dan peran, yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan manusia untuk ditetapkan baik atau buruk. b. Secara rinci persamaan tersebut terdapat dalam tiga hal 1 Objek yaitu perbuatan manusia 2 Ukuran yaitu baik dan buruk 3 Tujuan membentuk kepribadian manusia7 2. Perbedaan 1 Sumber atau acuan a. Etika sumber acuannya adalah akal b. Moral sumbernya norma atau adapt istiadat c. Akhlak bersumber dari wahyu 2 Sifat Pemikiran a. Etika bersifat filososfis b. Moral bersifat empiris c. Akhlak merupakan perpaduan antara wahyu dan akal 3 Proses munculnya perbuatan 7 a. Etika muncul ketika ad aide b. Moral muncul karena pertimbangan suasana H. Husnan Malik SH. Esensi Tauhid Dan Syirik Dalam Islam. Dosen Metafisika UNPAB MK Akhlak Tasawuf 13 c. B. Akhlak muncul secara spontan atau tanpa Hubungan Manusia dengan Etika, Moral dan Akhlak Beberapa hari terakhir ini kita mendapat sajian fakta hukum yang mengenaskan dalam perjalanan Republik ini. Mafia hukum bertebaran dimanamana, bahkan sampai mencabik-cabik prosedur hukum yang telah dijalankan pemerintah. Makelar hukum yang biasa dikenal markus juga begityu perkasa merekayasa berbagai status hukum yang tak jelas duduk perkaranya. Akhirnya, aparat penegak hukum menjadi aktor yang merusak tatanan sistem hukum itu sendiri. Fakta hukum di Indonesia inilah yang sekarang menjadi keluh-kesah masyarakat. Bahkan masyarakat sekarang tidak sedikit yang apriori, bahkan tidak lagi percaya atas kasus perkara yang diajukan ke meja hijau. Karena hukum sudah dibeli oleh oknum tak bertanggungjawab. Kasus “cicak†versus “buaya†yang sampai sekarang belum usai adalah fakta empiric bobroknya penegakan hukum di Indonesia. Berangkat dari fakta inilah, menarik kalau kita menjelajah buku bertajuk “Etika dan Hukum; Relevansi Teori Hukum Kodrat Thomas Aquinasâ€. Bertolak dari pemikirannya Thomas Aquinas, penulis melihat bahwa hukum pada dasarnya merupakan “peta jalan†menuju kebahagiaan. Hukum merancang atau memetakan arah yang harus diambil manusia dalam perbuatan, jika manusia ingin mencapai tujuan akhir yang dicarinya. Peta tersebut adalah hasil karya budi manusia, sebab sebelum peta itu dibuat terlebih dahulu orang harus memikirkan tujuannya dan jalan yang dapat menuntunnya kearah tujuan tersebut. Demikian juga arah dan tujuan hidup manusia. Dalam hal ini, hukum selalu merupakan perintah atau petunjuk akal budi yang mengatur perbuatan manusia menuju sasarannya, yakni kebahagiaanan kebaikan umum9 hlm. 243. Alam pandangan hukum kodrat, manusia akan secara alamiah membentuk dan mengoraganisir diri dalam membentuk tatanan sosial dan politik. Semua itu 8 Ibid 9 Sumaryono,Etika dan Hukum Yogyakarta kanisius,2006,h. 243 MK Akhlak Tasawuf 14 dilakukan manusia demi memenuhi kebutuhan hidup bersama berdasarkan kebaikan dan kesejahteraan umum. Sebenarnya, bagi Aquinas, dalam diri manusia sudah ada tiga aspek pengaturan yang ditetapkan. Yang pertama, berhubungan dengan aturan akal budi, karena semua perilaku dan perasaan kita harus diatur berdasarkan aturan akal budi. Kedua, berhubungan dengan aturan yang berasal dari hukum ilahi, yang dipergunakan untuk mengatur manusia dalam segala kehidupannya. Seandainya manusia menurut kodratnya harus hidup sendirian, dua aspek pengaturan ini sudah memadai, namun karena manusia menurut hukum kodratnya adalah makhluq politik dan makhluq sosial, maka diperlukan aturan ketiga, yakni manusia harus diarahkan untuk hidup selalu dalam hubungan dengan sesamanya. Independensi manusia dalam menegakkan hukum ini mendapat perhatian serius dari Aquinas. Karena setiap persona mempunyai substansi kehidupannya sendiri yang berperan sangat penting dalam penegakan sebuah hukum. Nilai-nilai dasar kemanusiaan sebenarnya sudah melekat dalam diri persona manusia. Kedudukan yang substansial ini dikarenakan, pertama, manusia adalah makhluq otonom dan unik; kedua, manusia adalah persona yang korelatif. Otonomi dan kebebasan adalah dimensi transedental manusia sebagai persona. Manusia juga memiliki kodrat rasional, sehingga manusia adalah makhluq yang “sadar diri†atau memiliki kemampuan untuk berbuat secara manusiawi. Sedangkan dalam kodrat substansial, manusia mampu untuk menghadirkan diri dan berkembang sebagai subjek yang otonom. Kodrat rasional yang substansial inilah yang membentuk pola etis kehidupan manusia. Karena dalam diri manusia terdapat kecenderungan pada kebaikan sesuai dengan kodrat yang juga berlaku untuk semua substansi, sedemikian rupa sehingga setiap substansi mengusahakan pelestarian keberadaannya sesuai dengan hekakat kodratnya. Dalam kaitan inilah, Aquinas menyatakan bahwa segala sesuatu yang diketahui hekaket tujuan akhir, memiliki hakekat baik. Pernyataan ini menjadi akar penjabaran Aquinas tentang teori moralnya. Karena makhluq rasional yang berakal budi, maka manusia haruslah MK Akhlak Tasawuf 15 “sadar diri†dalam posisinya sebagai makhluq. Dengan “adar diri†ini, manusia akan menjadi tuan atas perbuatannya. Tuan bagi perbuatan inilah yang mengantarkan manusia kepada hakekat kemanusiaanya, dan disitulah manusia dengan akal budinya berjalan dalam nilai etis moralnya dalam menjalankan kehidupan. Akal budi manusia akan menuntun manusia untuk menemukan wujud kebaikan dan keadilan yang didambakan. Akal budi menjadi asas pertama perbuatan manusia, dan hukum merupakan aturan dan ukurannya, yang sudah seharusnya hukum memang bersumber dari akal budi. Jika hukum disusun supaya dapat mengikat perbuatan manusia, maka hukum harus adil dan membimbing manusia menuju tujuan akhir, yakni kebaikan. Kebaikan dan keadilan akan membuka keharusan ketaatan moral untuk menjadikan hukum sebagai penegak tata social yang harmonis dan seimbang. Rasa kebaikan dan keadilan akan membingkai moralitas dalam penegakan hukum. Moralitas penegak hukum bisa ditegakkan dengan selalu mencerahkan akal budianya untuk terus “sadar diri†atas keberadaannya sebagai “tuan†atas perbuatan yang dijalankan. “Sadar diri†inilah yang menjadi pangkal tolak yang diajukan Aquinas dalam membingkai hubungan etika dalam penegakan hukum. Kesadaran diri manusia harus selalu diolah, karena bagi Aquinas, kesadaran diri merupakan potensi yang harus ditafsirkan secara kritis, sehingga akan melahirkan gagasan yang segar dan mencerahkan. Makhluq yang “sadar diri†pastilah akan membuka jalan baru kehidupan yang mencerahkan dan membahagiakan. Dalam konteks ini, fakta rusaknya penegakan hukum di Indonesia bisa ditafsirkan sebagai ambruknya nilai “sadar diriâ€, sehingga jatuhlah nilai dan hekakat hukum. Penegak hukum bukan lagi “tuan†atas perbutannya, tetapi “tuan†bagi kekuasaan, uang, dan 10 Ibid MK Akhlak Tasawuf 16 KEDUDUKAN AKHLAK DAN TASAWUF DALAM ISLAM SERTA HUBUNGAN KEDUANYA A. Kedudukan akhlak dalam islam Beberapa abad sebelum lahirnya agama islam disunia ini penuh kegelapan dengan runtuhnya peradaban manusia, yang sebenarnya diakibatkan oleh penyimpangan manusia dari agama tauhid yang telah dianut oleh leluhurnya, semenjak Nabi Adam As hingga Nabi Isa As. Ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi sejak awal hingga masa lahirnya agama islam selalu menjaga martabat kemanusiaan agar tidak mengalami penurunan yang berakibat menyamaai martabat kebinatangan. Tetapi apa yang dikhawtirkan oleh nabi2 betul-betul terjadi dikalangan manusia dimana mereka saling merusak dirinya dengan bermaacam kezaliman bahkan nabinya juga dimusuhi dengan dibunuh dengan alsan bahwa ialah yang menghalangi2 kebebbasan mereka melakukan hal-hal yang dikeendakinya. Untuk mengetahui kedudukan akhlak dalam islam maka perlu diuraikan bahwa ada tiga macam sendi islam 1. Masalah Aqidah, yang meliputi keenam macam rukun islam. 2. Masalah Syari‟ah, yang meliputi pengabdian hamba terhadap tuhannya yang dapat dilihat dalam rukun islam yang lima. 3. Masalah Ihsan, yang meliputi hubungan terhadap Allah SWT, terhadap manusia dan seluruh makhluk hidup didunia ini. B. Kedudukan Tasawuf Dalam Islam Telah disebutkan pembahasan dimuka , bahwa ajaran akhlak dan tasawuf terdapat dalam sendi ajaran ihsan, maka tasawuf itu sendiri merupakan pengalaman hamba yang melahirkan kebijakan rohani untuk mendapatkan ma‟rifah kepada Allah SWT. MK Akhlak Tasawuf 17 Mengenai kedudukan tasawuf dalam islam terdapat beberapa pendapat yang mengatakan, bahawa hal itu tidak termasuk bagian integral dari ajaran islam dengan mengmukakan argumentasi 1. Tidak terdapat satupun kata tasawuf dan sufi dalam Qur‟an dan Hadits 2. Banyak istikah tasawuf yang sering digunakan sufi yang tidak ditemukan oleh al qur;an dan hadis. 3. Timbulnya istilah tasawuf dan sufi beserta dengan ajarannya baru dikenal pada abad hijriyah. 4. Ajaran tasauf yang di amalkan oleh orang islam mirip dengan ajaran mistik yang telah diamalkan oleh umat terdahulu. Ajaran tasauf dalam islam,memang tidak sama kedudukan hukumnya dengan rukun iman dan islam yang sifatnya wajib,tetapi ajaran tasauf bersifat ulama tasauf sering menamakan ajaranya dengan istilah fadaiul aamal. Memang ajaran tasauf harus diakui bahwa tidak ada satupun ayat atau hadis yang memuat kata tasauf dan sufi, karena istilah ini baru timbul ketika ulama tasauf berusaha membukukan ajran itu. Uapaya ulama tasauf memperkenalkan ajranya lewat metode peribadatan dan istilah-istilah yang telah diperoleh dari pengalaman batinya, yang memang metode dan istlah itu tidak didapatkan ayatnya di dalam al qur,an dan hadis. Tetapi sebenarnya ciptaan ulama tasawuf tentang hal tersebut, di dasarkan pada al qur,an dan hadits dengan perkataan udhkuru atau fadhuru. Ulama tasawuf yang sering juga disebut ulama Al- Muhaqiqin membuat tatacara peribadatan unrtuk mencapai tujuan tasawuf berdasarkan konsepsi dan motivasi beberapa ayat Al-Qur‟an dan Hadits, yang artinya sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang kami kembalikan ketmpat yang serendah-rendahnya neraka . Dalam ayat pertama diterangkan bahwa manusia diciptakan sebaik-baiknya. Bahwa manusia diciptakan sebaik-baik kejadian, namun karna perbuatan manusia itu sendiri, maka Allah mengembalikannyakepada tempat yang hina. MK Akhlak Tasawuf 18 Ajaran tasawuf termasuk ke dalam ajaran islam yang tercakup dalam sendi ihsan, yang berfungsi memperkuat sendi Aqidah Keimanan dan sendi Shari‟ah. Maka sering kita jumpai pembagian tasawuf menjdai tiga macam, yaitu 1. Tasawuf Aqidah yaitu lingkup pembicaraan tasawuf yang menekankan maslah-masalah metafisis hal-hal yang ghaib , yg unsure unsurnya adalah keimanan kepada tuhan, seperti adanya malaikat, Syurga dan neraka dan sebagainya. 2. Tasawuf Ibadah yaitu tasawuf yang menekankan pembicaraan dalam masalah rahasia Ibadah Asraru Al Ibadah . disamping itu Hamba yang melakukan ibadah, dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu a Tingkatan orang-orang biasa Al-Awam sebagai tingkatan pertama. b Tingkatan orang-orang yang istimewa Al-Khawas sebagai tiingkatan kedua. c Tingkatan orang-orang yang Teristimewa atau yang luar biasa sebagai Khawas Al Khawas tingkatan yang ketiga. Kalau tingkatan pertama dimaksudkan sebagai orang-orang biasa pada umumnya, maka tingkatan kedua dimaksudkan sebagai para Wali Al Aulia , sedangkan tingkatan ketiga dimaksudkan sebagai para nabi Al Anbiya‟ 3. Tasawuf Akhlaki yaitu tasawuf yang menenkankan pembahasan pada budi pekerti yang akan mengantarkan manusia mencapai kebahagiaan dunia akhirat, sehingga di dalamnya dibahas beberapa masalah akhlak, antara lain a Bertaubat At-Taubah, yaitu keinsafan seseorang dari perbuatan yang buruk, sehingga ia menyesali perbuatannya, lalu melakukan perbuatan baik. b Bersyukur As-Shukru, yaitu berterimakasih kepada Allah dengan menggunakan segala nikmatnya kepada hal-hal yang dipertintahkannya. c Bersabar Ash-Sabru, yaitu tahan terhadap kesulitan dan musibah yang menimpanya. d Bertawakal At-Tawakkul, yaitu memasrahkan sesuatu kepada Allah SWT. MK Akhlak Tasawuf 19 e Bersikap iklas Al-Ikhlas, yaitu membersihan perbuatan dari riya sifat yang menunjuk-nunjukan kepada orang lain, demi kejernihan perbuatan yang kita lakukan. HUBUNGAN ILMU AKHLAK DENGAN ILMU LAINNYA A. Hubungan Ilmu Akhlak dengan Ilmu Tasawuf Para ahli ilmu Tasawuf pada umumnya membagi tasawuf kepada 3 bagian yaitu tasawuf falsafi, tasawuf akhlaki dan tasawuf amali. Ketiga tasawuf ini memiliki tujuan yang sama yaitu mendekatkan diri kepada allah dengan cara membersihkan diri dari perbuatan yang tercela dan menghias diri dengan perbuatan yang terpuji. Pada tasawuf falsafi pendekatan yang digunakan pendekatan rasio atau akal pikiran. Sedangkan tasawuf akhlaki pendekatan yang digunakan adalah pendekatan akhlak yang tahapannya terdiri dari takhalli,tahalli dabn tajalli. Sedangkan tasawuf amali pendekatan yang digunakan adalah pendekatan amaliayah atau wirid. Tasawuf pada hakikatnya melakukan serangkaian ibadah seperti sholat, puasa, haji, dzikir, dan lainnya. Ibadah yang dilakukan dalam rangka tasawuf itu erat hubungannya dengan akhlak. Dalam hubungan ini Harun Nasution mengetakan bahwa ibadah dalam islam erat sekali hubungannya dengan pendidikan akhlak. Ibadah dalam al-Qur‟an dikaitkan dengan takwa dan takwa berarti melaksanakan perintah tuhan dan menjauhi larangannya yaitu orang-orang yang berbuat baik dan jauh dari yang tidak baik. Inilah yang disebut denagn ajaran amar ma‟ruf nahi munkar. Mengajak orang pada kebaikan dan mencegah orang dari hal-hal yang tidak baik. B. HUBUNGAN AKHLAK DENGAN TASAWUF DALAM ISLAM Untuk mengetahui hubungan Akhlak dengan Tasawuf dalam islam, maka ada beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan keterangan; misalnya Ulama yang mengatakan bahwa akhlak itu merupakan pankal tolak tasawuf, sedangkan Tasawuf adalah batas akhir akhlak. MK Akhlak Tasawuf 20 Begitu juga halnya pernyataan Al-Kattaniy yang telah dikemukakan oleh Imam Al-Gazali yang menyatakan hubungan yang sangat erat antara akhlak dengan Tasawuf yang dilukiskan dalam pernyataan yang berbunyi Artinya Tasawuf itu adalah budi pekerti, barang siapa yang menyiapkan bekal atas mu dalam budi pekerti, maka berarti ia menyiapkan bekal atas dirimu dalam Tasawuf. Untuk memperkuat pemahaman tentang keseimbangan dunia dengan urusan akhirat yang harus diperhatikan oleh Islam, maka ada salah satu hadits yang menerangkannya Ù â€Ø§Ø ÙØ° Ùمْجر ÙØ Ùمْجذ ÙØ± Ùمْجاا ÙØ± ÙØ¦ ÙمْجÙÙ† ÙÙÙŠÙÙمْجو Ù ÙØº ًدا ااروي ى٠ااسنن‬ Ù‹ â€Ø§ Ùمْجع ÙÙ… Ùمْج ÙØ¹ ÙÙ… Ù Ùمْجاا ÙØ±â€¬ †ÙÙˆ Ùمْج‬, â€Ø¦ ÙŠÙØ¸Ù ÙÙÙ† ÙمْجÙÙ† ا٠Ùمْجن ÙÙÙŠÙÙمْجو Ù ÙØ¨Ù ًدا‬ â€Ø¹Ù† عمرو‬ Artinya Kerjakanlah sesuatu yang sama denganamalan seseorang yang tidak akan mati selama-lamany, dan lakukanlah sesuatu yang sama dengan perbuatan seseorang yang akan mati besok. Perawi hadits ini terdapat dalam Kitab Sunnah, yang bersumber dari â€Amr. Ada dua macam pemahaman untuk yang terkandungan dalam hadits ini, yaitu 1. Mengandung pemahaman untuk menyeimbangan urusan dunia dengan akhirat, yang harus dilakukan dengan volume waktu dan tenaga yang seimbang. 2. Mengandung pemahaman tentang keharusan bersungguh-sungguh bila melakukan urusan dunia, dan berbuat dengan rajin bila mengerjakan urusan istirahat. 11 Mahjuddin. Akhlak tasawuf I.jakarta kalam mulia,2009 MK Akhlak Tasawuf 21 C. Hubungan Ilmu Akhlak dengan Ilmu Tauhid Ilmu tauhid adalah ilmu yang membahas tentang cara-cara mengesakan tuhan, selain itu ilmu ini juga disebut sebagai ilmu Ushul al-din, selain itu ilmu ini disebut juga ilmu aqa‟id atau keyakinan-keyakinan. Ilmu tauhid disebut juga ilmu kalam berarti ilmu yang membahas tentang kata-kata atau silat lidah dalam rangka mempertahankan pendapat dan pendirian masing-masing. Hubungan ilmu akhlak dengan ilmu tauhid dapat dilihat melalui analisi yaitu pertama dilihat dari segi objek pembahasannya, ilmu tauhid membahas masalah tuhan baik dari segi zat, sifat dan perbuatannya, ilmu tauhid akan mengarahkan manusia menjadi ikhlas dan keikhlasan ini merupakan salah satu akhlak yang mulia. Kedua dilihat dari segi fungsinya ilmu tauhid menghendaki agar seseorang yang bertauhid tidak hanya cukup dengan menghafal rukun iman yang enam dengan dalil-dalilnya yang terpenting adalah agar orang yang bertauhid itu meniru dan mencontoh terhadap subjek yang terdapat dalam rukun iman itu. Jika kita percaya allah bahwa allah memiliki sifat-sifat tuhan itu maka sebaiknya manusia meniru sifat tersebut dengan mengembangkan sikap kasih sayang dimuka bumi. Demikian juga jika seseorang beriman kepada malaikat maka hendaknya meniru sifat-sifat yang terdapat pada malaikat seperti jujur, tidak pernah durhaka,dan patuh terhadap perintah tuhan. Dengan cara demikian percaya kepada malaikat akan membawa kepada perbaikan akhlak yang mulia sebagai mana firman allah ï¯ïµï‚ï¹ï¦ïƒï´ïƒ¸ï€ºï€¤ï€£ïµï² ïšï€¹ï€¤ï€£ ï¹ï¤ïƒŸï‚Šï±ïƒ¨ï€¥ïµï² ï™ï‚ï´ï’ ïƒï€½ïƒï¤ï²ï€¦ïµï² ï¼ï‚¡ïƒ ï’ï²ï€¦ ï±ïƒ¨ï€¥ ï±ïƒ£ïšï´ï‚ïµïƒ¤ ï´ïƒ»ïƒ¯ïƒï€¥ï‚©ï€¡ï€¤ï€£ ï°ïï²ï€§ï‚¯ï‚»ï´ï‚ƒ ïƒïƒˆ ï´ï¢ï²ïƒ¢ï‚ï³ï„ïƒï³ïƒ£ï‚ƒ ï´ï‚ ï´ï¢ï±ïƒ¨ï€½ï¹ïƒ¨ïƒ¸ïƒ¿ï´ï‚ƒïµï² ïï¤ï´ï‚ï´ï‚ï²ï€¦ ï´ï‚  ï´ï¢ï±ïƒïƒïƒïƒ¨ï´ï‚ƒ ï‚ï ï¹ï‚‰ïƒï‚© ï¸ïƒïƒ ïƒï°ï³ï€³ïƒï‚´ï‚¯ï‚»ïï´ï‚ ï°ïï‚ïï´ïƒ¦ MK Akhlak Tasawuf 22 Artinya “malaikat-malaikat itu tidak mendurhakai allah terhadap apa yang diperintahkannyakepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkannyaâ€Qs Al-Tahrim{66}6†ïƒïƒˆ ïƒï‡ï´ïƒ£ ïƒï€½ï‚‹ïƒï€¥ïµï‚ ïƒïïƒï‚ƒï¹ï‚‰ï³ï€¹ ï‚ïïƒï€© ï€ïï±ï³ï€¥ ï ïƒï‚ ïƒ ïƒ¡ïƒïƒ¿ïƒ¹ï€½ï´ï‚ƒ ï€¤ï‚¨ï‚ Artinya “Tiada suatu ucapannya yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirQs Qaaf{50}18†Selanjutnya beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan Tuhan khususnya Al-Quran, maka secara akhlaki harus diikuti dengan upaya menjadikan AlQuran sebagai wasit, hakim serta imam dalam kehidupan dan diikuti dengan mengamalkan segala perintah yang ada dalam Al-Quran dan menjauhi apa yang dilarangnya. Firman allah yang artinya ï´ï‚ïºï†ï¹ï€¤ï€£ ï´ïï±ïµï‚‹ïƒ¸ï€¹ï€¤ï€£ïµï²  ï±ïƒ£ïŸïƒ¶ï‚ï´ï‚ƒ ï´ï¢ï€¥ï¸ï€ ï ï¹ïŠïƒïªï€¹ ï°ïµïšï¼ï‚¡ï¹ï ïƒï¯ïµï±ïƒ³ï‚™ïƒ©ï€¦ ï‚ ïï±ïƒŸï‚™ïµï‚ ï‚’ïƒïƒ» ïï³ï€¹ ï´ï¢ï€¥ï¸ï€ ï³ï€©ï‚©ï€¹  ïšï‚ï‚ïƒï–ï¸ï€  ï´ï‚ï¸ï€ï³ï‚Œïµï² Artinya “sesungguhnya telah ada pada diri rasullullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu orang-orang yang mengharap rahmat allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut allah Qs Al-Ahzab{33}21. Ayat-ayat tersebut memberi petunjuk dan mengingatkan kepada manusia bahwa pada diri rasulullah sudah terdapat contoh akhlak yang mulia. Jika hal tersebut dinyatakan dalam Al-quran maka makudnya adalah agar diamalkan. Dengsn cara demikian beriman kepada para rasul akan menimbulkan akhlak yang mulia. Hal ini dapat diperkuat dengan cara meniru sifat-sifat yang wajib pada rasul yaitu sifat shidik, amanah, tabliqh dan fathanah. Jika semua itu ditiru MK Akhlak Tasawuf 23 oleh manusia yang mengimaninya, maka akan dapat menimbulkan akhlak yang mulia, dan disinilah letak hubungan Ilmu Akhlak dan Ilmu Tauhid. Rukun iman yang ke enam ternyata erat kaitannya dengan pembinaan akhlak yang mulia. Dengan demikian, dalam rangka pegembangan Ilmu Akhlak, bahan-bahanya dapat digali dari ajaran tauhid atau keimanan tersebut. Hubungan Ilmu Tauhid dengan Ilmu Akhlak dapat pula dilihat dari erat kaitan antara iman dan amal salih misalnya kit abaca ayat yang berbunyi ïƒïƒ» ï²ïƒŸï‚‰ïƒ…ï§ï³ï‚† ï ï‚§ïï ïï§ï¯ï™ïƒï‚ï´ï€¯ ï´ï‚ï¹ï¦ï¸ï‚© ï¹ïŠï‚Šïƒïƒ¹ ï¸ï€¸ï±ïƒŸïŠïƒ…ïªï€³ï¹ï³ïƒ£ï‚ƒ ï‚ïŒï¹ï ï£ï±ïƒ£ï™ïƒï‚ïƒï³ïƒ£ï‚ƒ ï ï¹ï€ïƒïïµï‚ïµï² ï¸ï³ïƒ¹ ïƒïƒïƒˆ ï–ïŠï‚Šïƒï€½ïƒ³ï‚¡ïï€ ï€¨ï€£ï±ïƒŸïŠïƒïï¼ï‚¡ïƒ§ï‚„ïµï² ï¼ïï³ï€¥ ïŠïƒï©ï‚ ï›ï ï´ï‚ï¹ï ïïƒï¨ïƒ…ï‚¡ïƒ ïƒ¿ï’ï²ï€¦ Artinya “Maka demi Tuhan engkau, mereka belumlah dinamakan beriman, sebelum mereka meminta keputusan kepada engkau muhammad dalam perkara yang menjadi perselisihan diantara mereka, kemudian itu mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap apa yang telah engkau putuskan dan mereka menerima dengan senang hati. Qs AlNisa{4}65†ï¢ï²ï€¦ ïï§ï¯ï™ïƒï‚ï´ï€¯ ïµï€¯ïƒ¤ï€³ïƒ³ï³ïµï‚‹ïƒï€¹ ïƒï€¦ïƒï€¡ï±ïƒŸï‚™ïµï‚ïµï² ï‚ ï‚’ïïƒï€© ï±ïƒ£ïƒ£ïƒŸï‚Š ï€£ï³ï‚Œïƒï€© ï´ïƒ»ïƒ¼ïƒïšïƒï‚ïƒï³ïƒŸïŠïƒ¸ï€¹ï€¤ï€£ ï´ïï±ï³ï€¥ ï´ï¢ï€¥ï¸ï€ ï¹ïŠï‚¯ï’ïƒï€© ïƒïƒŠïƒˆ ï´ï¢ï±ïƒŸï³ïƒï€½ïƒ¸ïƒ¿ïƒŸïŠïƒ¸ï€¹ï€¤ï€£ ïïƒ¨ï¤ ï¹ï€ïƒï‚´ï‚¯ï‚»ï³ï€¹ï€§ï²ïƒ©ï€¦ïµï²  ïµïšïƒïƒ¨ï³ïƒ›ï²ï€¦ïµï² ïµïšïƒïƒ¨ïƒïŠï¹ï‚™ ï±ïƒ¤ï€¹ï±ïƒ ï´ï‚ƒ Artinya “ucapan orang yang beriman itu, apabila mereka dipanggil kepada allah dan rasulnya untuk diputuskan perkara diantara mereka, hanyalah mengatakan “kami dengar dan kami patuhiâ€, dan itulah orang yang beruntung. Qs Al-Nur{24}51. MK Akhlak Tasawuf 24 ï²ïƒŸï‚‰ï¹ï§ï‚»ï¹ïŸïµï² ï±ïƒ§ï€¯ï€¤ï³ï€¿ïƒ¶ï‚ï´ï‚ƒ ïï³ï€¹ ï‚§ïï ïƒï€¦ïƒï€¡ï±ïƒŸï‚™ïµï‚ïµï² ï‚ïƒï€¯ ï±ïƒ£ïšï´ï‚ïµïƒ¤ ï´ïƒ»ïƒ¯ïƒï€¥ï‚©ï€¡ï€¤ï€£ ï£ï±ïƒ£ï™ïƒï‚ïƒï³ïƒŸïŠïƒ¸ï€¹ï€¤ï€£ ï¹ïŠï‚¯ï’ïƒï€© ïƒïƒˆ ï£ï±ïƒ¨ï€¥ïƒï‚‰ï‚»ï‚¢ïƒï€¹ï€¤ï€£ ïïƒ¨ï¤ ï¹ï€ïƒï‚´ï‚¯ï‚»ï³ï€¹ï€§ï²ïƒ©ï€¦  ï‚ ï€ï‚‹ïƒï€¶ï¹ï‚™ ï‚’ïƒïƒ» ïïƒï§ïƒ…ï‚¡ïƒ ïƒ¿ï’ï²ï€¦ïµï² ïïƒï§ïƒï€¹ï‚ºïµï±ïƒ¸ï‚ï²ï€§ïƒï€¯ Artinya “sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang beriman kepada allah dan rasulnya, kemudian itu mereka tidak ragu-ragu dan senantiasa berjuang dengan harta dan dirinya dijalan allah. Itulah orang yang benar keimananya. Qs Al-Hujurat,{49}15. Ayat-ayat diatas memberi petunjuk dengan jelas bahwa keimanan harus dimanifestasikan dalam perbuatan akhlak dalam bentuk kerelaan dalam menerima keputusan yang diberikan nabi terhadap perkara yang diperselisihkan diantara manusia, patuh dan tunduk terhadap keputusan allah dan rasulnya, bergetar hatinya jika mendengar ayat-ayat allah dibacakan, bertawakal, melaksanakan sholat yang khusyu, berinfak dijalan allah, menjauhi perbuatan yang tidak ada gunakan, menjaga fajrinya dan tidak ragu-ragu dalam berjuang dijalan allah. Disinilah letak hubungan antara keimanan dengan pembentukan akhak. Ilmu Tauhid tampil memberikan landasan terhadap Ilmu Akhlak dan Ilmu Akhlak t ampil memberikan penjabaran dan pengamalan dari Ilmu Tauhid. Tauhid tanpa akhlak yang mulia tidak akan ada artinya, dan akhlak yang mulia tanpa tauhid tidak akan kokoh. Selain itu Tauhid memberikan arah terhadap akhlak, dan akhlak memberi isi terhadap arahan tersebut. Disinilah letak nya hubungan yang erat dan dekat antara tauhid dan akhlak. MK Akhlak Tasawuf 25 D. Hubungan Ilmu Akhlak dengan Ilmu Jiwa Ilmu jiwa mengarah pembahasannya pada aspek batin manusiadengan cara menginterprestasikan prilakunya yang tampak. Melalui bantuan informasi yang diberikan oleh Ilmu Jiwa atau potensi kejiwaan yang diberikan al-Quran, maka secara teoritis Ilmu Akhlak dapat dibangun dengan kokoh. Dalam diri manusia terdapat potensi rohaniah yang cendrung kepada kebaikan dan keburukan. Potensi rohaniah ini dikaji dalam Ilmu Jiwa. Untuk mengembangkan Ilmu Akhlak kita dapat memanfaatkan informasi yang diberikan oleh Ilmu Jiwa. Selain itu dalam Ilmu Jiwa juga terdapat perbedaan psikologis yang dialami seseorang pada setiap jenjang usianya. Misalnya pada usia balita cendrung emosional dan manja pada usia anak-anak cendrung meniru orang tuanya dan bersikap rekreatif. Gejala psikologis seperti ini akan memberikan informasi tentang perlunya menyampaikan ajaran akhlak yang sesuai dengan perkembangan jiwanya. Dalam kaitan ini dapat dirumuskan sejumlah metode dalam menanamkan akhlak yang mulia. Dengan demikian Ilmu Akhlak dapat memberikan masukan dalam rangka merumuskan tentang metode dan pendekatan dalam pembinaan akhlak. E. Hubungan Ilmu Jiwa dengan Ilmu Pendidikan Semua aspek pendidikan ditujukan pada tercapainya tujuan pendidikan yaitu banyak berhubungan dengan kualitas manusia yang berakhlak. Tujuan ilsafat ependidikan islam yaitu terbentuknya seorang hamba allah yang patuh dan tunduk melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya sert memiliki sifat-sifat dan akhlak yang mulia. Rumusan ini sangat jelas menjelaskan bahwa Ilmu Akhlak erat kaitanya pendidikan Islam. MK Akhlak Tasawuf 26 BAB III PENUTUP kesimpulan Pada pembahasan ini dapat kita simpulkan bahwa hubungan Akhlak tasawuf sangat perlu kita pelajari, karena hal ini membahas tentang tujuan tasawuf yaitu sebagai berikut 1. bertujuan untuk memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga disadari benar bahwa seseorang berada di hadirat Tuhan dan intisari dari itu adalah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan Tuhan dengan cara mengasingkan diri dan berkontemplasi. 2. Lebih menetahui tentang Tasawuf, yang merupakan salah satu ilmu yang tentu saja berhubungan dengan ilmu lainnya. Keterkaitan ini kadangkadang dilihat dari persamaan objek, persamaan sudut pandang, persamaan sumber dan lain sebagainya. Saran Dengan pengetahuan tentang tasawuf ini diharapkan agar kita senantiasa bertindak dan berprilaku yang seimbang sesuai dengan ajaran yang ada dalam agama islam supaya kita bisa selamat dunia akhirat dan memperoleh kebahagiaan yang sejati. MK Akhlak Tasawuf 27 Daftar Pustaka 1. Abuddin nata, Akhlak tasawuf dan karakter mulia,jakartarajawali pers,2015. 2. Mahjuddin, Akhlak Tasawuf.Jakarta kalam mulia,2009 3. Harun nasution. Falsafah dan mistisisme dalam islam, jakarta bulan bintang, 1995 4. Husnan Malik. Esensi Tauhid Dan Syirik Dalam Islam. Dosen Metafisika UNPAB 5. Sumaryono,Etika dan Hukum Yogyakarta kanisius,2006 6. Mahjuddin. Akhlak tasawuf I.jakarta kalam mulia,2009 7. Barmawy Akhlak Solo Ramadhani,1990 8. Ihsan Sanusi, Akhlak tasawuf,batusangkarSTAIN Batusangkar pres,2012, 9. Hamka,tasawuf modern,Jakartapustaka panjimas,1990 MK Akhlak Tasawuf 28
Dalam islam terdapat istilah akhlak dan tasawuf. Akhlak dan Tasawuf memiliki beragam pendapat dan hubungan yang saling melengkapi. Ajaran mengenai tasawuf, sebetulnya bukanlah ajaran yang baku dalam islam dan disepakati oleh berbagai kalangan ulama. Terdapat berbagai pandangan dan pemikiran yang memberikan sumbangsih pada artikel ini sekedar membahas benang merah Akhlak dan Tasawuf secara umum saja namun tidak menggali lebih mendalam mengenai apa tasawuf dan berbagai aliran mengenai hal tersebut. Hal ini agar dapat sesuai dengan Tujuan Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam yang telah ditetapkan oleh Allah, ketika akan TasawufIstilah tasawuf berasal dari kata sufi yang artinya suci. Tasawuf memang berasal dari golongan para sufi yang senantiasa menghubungkan ajaran agama dengan perasaan cinta mendalam dan kesucian hati. Untuk itu, tasawuf diartikan sebagai penyucian hati dan menjaganya agar tidak mendapatkan cedera, kotor, dan selanjutnya dapat menjadikan hati jernih serta harmonis dengan hubungan antara manusia dan Tasawuf sendiri menjelaskan mengenai cara cara mengembangkan ruhani manusia untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah. Dalam derajat tertentu, terdapat istilah Makrifat yang berarti telah bersatu dengan Tuhan. Itulah yang menjadi pencapaian tertinggi atau tujuan tertinggi dari mengedepankan kedisiplinan dalam beribadah, konsentrasi terhadap tujuan hidup menuju kepada Allah, serta membebaskan diri dan keterikatan manusia dengan kehidupan duniawi. Tasawuf mengajarkan untuk tidak mencintai dunia yang fana serta mengharapkan hanya keridhoan Allah semata. Dunia yang fana hanya akan membuat manusia lupa akan cinta pada yang sebenarnya yaitu hakikat cinta hanya kepada Allah SWT. Untuk itu, hal-hal yang duniawi tentu akan dijauhi dan dikurangi oleh orang-orang Ajaran TasawufDasar dari ajaran tasawuf adalah mensucikan diri dari dosa, mencari ridho Allah, dan hidup dalam keadaan zuhud. Mereka menghiasi hati dengan cinta dan menghias diri dengan akhlak yang mulia. Ajaran tasawuf ini disandarkan dari beberapa pandangan, diantaranya Bahwa Perilaku Nabi Muhammad adalah Nilai SufismePerilaku Nabi Muhammad bagi ulam sufisme adalah cerminan dari perilaku tasawuf. Diantaranya adalah berdiam diri di gua hira, hidup zuhud atau sederhana, tidak memiliki kecintaan terhadap harta duniawi, senantiasa melakukan pendekatan diri terhadap Allah baik lewat zikir, doa, dan mengenai tasawuf juga timbul karena pandangan akan sifat Nabi Muhammad seperti bertaubat, sabar, tawakal, dan ridha atas apa yang diberikan Allah. Perilaku tersebut dianggap sesuai dengan ajaran tasawuf dan sesuai dengan tujuan untuk meraih keridhoan Allah dalam Al-Quran Di dalam ayat Al-Quran juga terdapat ayat-ayat yang menjadi dasar bagi ajaran Tasawuf, diantaranya adalah“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotori jiwanya” QS Asy-Syams 9Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang yang beruntung adalah orang yang mensucikan jiwa sebagaimana dari tasawuf. Untuk itu, ayat ini menjadi pendorong bagi muslim untuk senantiasa memelihara hati dan menjaganya agar tidak terkotori oleh hal-hal duniawi atau hal-hal yang merusak ketentraman jiwa. Selain itu disampaikan pula dalam ayat berikut bahwa ayat ini mendorong untuk senantiasa mencintai Allah dan Allah akan mengampuni dosa bagi yang mencintai Allah. Tentu ini pun juga menjadi dasar akan tasawuf bahwa kecintaan pada Allah adalah segala-galanya.“Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Ali Imran 31Pengertian dan Dasar Akhlak IslamAkhlak dalam islam adalah landasan mengenai perhitungan baik atau buruknya sesuatu. Landasan akhlak dalam islam didasarkan pada aspek Ketuhanan dimana benar atau salahnya serta baik atau buruknya akhlak bergantung kepada apa yang disampaikan oleh Allah SWT. Pertimbangan akhlak islam diantaranya berdasar kepadaKepatuhan dan Ketaatan Kepada Allah SWT “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taati Rasul-Nya dan Ulil Amri diantara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah Al-Qur`an dan Rasul sunnahnya jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya.” An-Nisa 59Akhlak islam mengarahkan untuk taat kepada Allah SWT dan melarang untuk mengikuti selain dari perintahnya. Untuk itu, akhlak islam didasarkan kepada keaptuhan dan ketaatan hanya kepada Allah SWT. Baik dan Buruknya adalah sesuai dari perkataan Allah bukan manusia atau ajaran-ajaran yang bukan berasal dari dari Rasulullah SAW “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu iaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS Al Ahzab 21 Dalam islam sendiri telah dijelaskan bahwa Rasulullah adalah teladan bagi umat islam. Untuk itu, akhlak yang baik akan tercermin dari bagaimana Rasulullah berperilaku dan mencontohkan. Bisa dilihat dari tujuan perilaku atau teknis perilaku yang dicontohkan Keseimbangan atau Sunnatullah di Alam Selain dari apa yang Allah perintahkan dan rasul contohkan ada pula hukum-hukum Allah yang ada di alam dan hanya dapat ditangkap dan dipahami oleh orang-orang yang berakal, Diantaranya adalah ayat berikut yang melarang manusia untuk merusak hukum keseimbangan. Akhlak yang buruk pasti akan merusak, akhlak yang baik akan mengarahkan pada keseimbangan.“Dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.” QS Ar Rahman 7-9Dalam ajaran akhlak islam dan tasawuf tentu tidak ada yang bertentangan secara substansi. Akhlak islam menginginkan umat islam mendapatkan kemuliaan akhlak berdasarkan agama sedangkan tasawuf pun menuju kepada hal tersebut. Titik tekan akhlak islam berlandaskan 3 hal yang telah disebutkan di atas, sedangkan tasawuf pada kecintaan dan kebersihan jiwa. Penerapannya mungkin tasawuf memiliki hal yang berbeda, namun secara tujuan tidaklah bertentangan. Ajaran Tasawuf dan akhlak sama-sama tidak menginginkan keburukan dan kerusakan yang ini dapat dirangkum dalam hal berikut mengenai Hubungan Akhlak dan Tasawuf Sama-sama berorientasi kepada kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWTSama-sama berorientasi kepada kemuliaan akhlak dan kebersihan jiwaSama-sama mengarahkan kepada terciptanya kebaikan di dunia dan akhiratUntuk memuliakan akhlak sejatinya kita juga bisa kembali melaksanakan sunnah rasul. Tasawuf tentu tidak dilarang secara praktik jika tidak ada hal yang bertentangan dengan Al-Quran, Sunnah, rukun iman, rukun islam, dan fungsi agama. Hal ini dapat diperkuat misalnya dengan cara melaksanakan Sunnah Sebelum Tidur , Adab Ziarah Kubur , Cara Makan Rasulullah , melaksanakan Cara Mandi Dalam Islam , Zikir Sebelum Tidur , melaksanakan Macam Macam Shalat Sunnah, melaksanakan Proses Pemakaman Jenazah Menurut Islam, dsb.
Perbedaan Akhlak Dan Tasawuf – Akhlak dan Tasawuf memiliki perbedaan yang mendasar. Mereka berdua berfungsi untuk membantu manusia menjadi lebih baik, tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia. Ini mencakup bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang lain. Akhlak menuntut manusia untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral. Tasawuf, di sisi lain, adalah suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan. Ini mencakup introspeksi dan pengembangan batin. Tujuan dari tasawuf adalah untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia. Akhlak membantu kita menjadi manusia yang lebih baik dan bertanggung jawab, sementara tasawuf membantu kita meningkatkan ketenangan dan kebahagiaan melalui hubungan dengan Tuhan. Karena perbedaannya, akhlak dan tasawuf dapat membantu manusia dalam cara yang berbeda. Akhlak membantu kita menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain, sementara tasawuf membantu kita menemukan ketenangan dan kebahagiaan melalui hubungan dengan Tuhan. Perbedaan antara akhlak dan tasawuf adalah bahwa akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Akhlak juga berfokus pada bagaimana kita menangani masalah dan konflik, sementara tasawuf berfokus pada introspeksi dan pengembangan batin. Kesimpulannya, akhlak dan tasawuf memiliki perbedaan yang mendasar. Mereka berdua memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia, tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak berfokus pada perilaku moral dan etika manusia, sementara tasawuf berfokus pada hubungan antara manusia dan Tuhan. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Daftar Isi 1 Penjelasan Lengkap Perbedaan Akhlak Dan 1. Perbedaan antara akhlak dan tasawuf adalah akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan 2. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia, termasuk bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang 3. Tasawuf adalah suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan, termasuk introspeksi dan pengembangan 4. Tujuan dari akhlak adalah untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral, sedangkan tujuan dari tasawuf adalah untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan 5. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia, tetapi mereka memiliki tujuan yang 6. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Penjelasan Lengkap Perbedaan Akhlak Dan Tasawuf 1. Perbedaan antara akhlak dan tasawuf adalah akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Akhlak dan tasawuf adalah dua istilah yang sering digunakan dalam agama dan filsafat. Akhlak berfokus pada bagaimana kita berperilaku di depan orang lain dan bagaimana kita menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Kedua konsep ini berbeda dan keduanya memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak adalah karakter atau prinsip moral yang ditemukan di dalam agama atau filsafat. Akhlak berkaitan dengan bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, dan mencakup norma-norma sosial dan etika yang dipelajari, diterapkan, dan dipraktekkan. Akhlak menekankan menjaga perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapat berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang positif dan sopan. Tasawuf adalah cabang dari ilmu spiritual dan filsafat agama yang berfokus pada hubungan antara manusia dengan Tuhan. Istilah ini dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai aspek spiritual, termasuk pengalaman spiritual, pencarian akan kebenaran, dan komitmen yang dibutuhkan untuk mencapai kebahagiaan spiritual. Tasawuf memfokuskan pada pengembangan kebajikan, pemahaman akan kebenaran, dan kesadaran spiritual yang dapat membantu orang mencapai kejelasan spiritual. Kesimpulannya, akhlak dan tasawuf adalah konsep yang berbeda, dengan tujuan yang berbeda. Akhlak berfokus pada bagaimana orang berperilaku di depan orang lain dan bagaimana menghormati orang lain, sementara tasawuf berfokus pada hubungan kita dengan Tuhan. Akhlak menekankan menjaga perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan tasawuf menekankan pada pengembangan kebajikan, pemahaman akan kebenaran, dan kesadaran spiritual yang dapat membantu orang mencapai kejelasan spiritual. 2. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia, termasuk bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang lain. Akhlak adalah sebuah konsep yang berkaitan dengan tingkah laku dan perilaku manusia. Akhlak menekankan perilaku moral dan etika manusia, termasuk bagaimana orang berperilaku di depan orang lain, bagaimana mereka menghormati orang lain, bagaimana mereka menangani masalah dan konflik, dan bagaimana mereka merespon pada orang lain. Akhlak menekankan perilaku manusia yang baik dan bermoral, yang memberikan contoh bagi orang lain untuk diikuti. Akhlak juga menekankan pada penghormatan pada orang lain dan menghindari tindakan yang tidak adil, tidak hormat, dan tidak menghormati. Akhlak menekankan penggunaan bahasa yang baik, menghormati hak asasi manusia, dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan kekerasan atau kecaman. Tasawuf, atau juga dikenal sebagai Sufisme, adalah sebuah aliran spiritual Islam yang berfokus pada aspek spiritual dan rohani dari kehidupan manusia. Tasawuf menekankan pada keintiman dengan Tuhan dan pembentukan hubungan antara manusia dan Tuhan. Tasawuf juga menekankan pada peningkatan spiritual dan perkembangan manusia, dengan berfokus pada pengalaman spiritual dan rohani. Dalam tasawuf, orang-orang berusaha untuk mencapai keintiman dengan Tuhan melalui berbagai cara, termasuk meditasi, doa, dan pengalaman spiritual lainnya. Tasawuf juga menekankan pada pengalaman spiritual yang berbeda-beda, tergantung pada tradisi dan ajaran masing-masing. Kesimpulannya, Akhlak menekankan pada perilaku moral dan etika manusia, sementara Tasawuf menekankan pada pengalaman spiritual dan rohani. Akhlak menekankan pada penghormatan pada orang lain dan menghindari tindakan yang tidak adil, tidak hormat, dan tidak menghormati, sementara Tasawuf menekankan pada keintiman dengan Tuhan dan pembentukan hubungan antara manusia dan Tuhan. Kedua aliran ini berbeda satu sama lain, tetapi bisa berjalan bersama untuk membentuk perilaku manusia yang baik dan bermoral. 3. Tasawuf adalah suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan, termasuk introspeksi dan pengembangan batin. Tasawuf merupakan suatu bentuk spiritualitas yang menekankan hubungan antara manusia dan Tuhan. Hal ini termasuk introspeksi dan pengembangan batin. Tasawuf adalah bentuk praktik spiritual yang cukup luas yang telah dikembangkan selama berabad-abad. Ini adalah salah satu dari cabang-cabang utama agama Islam. Akhlak adalah suatu bentuk moralitas atau etika yang memandu perilaku manusia. Hal ini berfokus pada perilaku yang layak dan etika yang tepat. Hal ini berfokus pada bagaimana orang menghormati satu sama lain dan bagaimana orang menjaga sikap yang saling menghormati. Akhlak juga mencakup bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Perbedaan utama antara akhlak dan tasawuf adalah bahwa tasawuf lebih berfokus pada pengembangan batin dan hubungan antara manusia dan Tuhan, sedangkan akhlak lebih berfokus pada perilaku dan etika sosial dan bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Tasawuf berfokus pada pengembangan batin melalui pengalaman spiritual dan berfokus pada hubungan antara manusia dan Tuhan. Tasawuf adalah praktik spiritual yang cukup luas yang telah dikembangkan selama berabad-abad. Ini termasuk meditasi, pengamalan kebaikan, dan juga mencakup aspek-aspek seperti pengorbanan, pengampunan, dan pemahaman. Akhlak adalah suatu bentuk moralitas yang memandu perilaku manusia. Hal ini berfokus pada perilaku yang layak dan etika yang tepat. Hal ini juga berfokus pada bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Akhlak adalah sebuah sistem yang mengatur bagaimana orang harus bersikap dan bertindak di hadapan orang lain. Kedua bentuk praktik spiritual ini memiliki tujuan yang berbeda. Tasawuf adalah bentuk praktik spiritual yang lebih berfokus pada pengembangan batin dan hubungan antara manusia dan Tuhan, sedangkan akhlak lebih berfokus pada perilaku dan etika sosial dan bagaimana orang harus bertindak di hadapan Tuhan. Namun, keduanya berkontribusi untuk membentuk orang menjadi lebih baik. 4. Tujuan dari akhlak adalah untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral, sedangkan tujuan dari tasawuf adalah untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Akhlak dan Tasawuf adalah dua cabang yang berbeda dari upaya manusia untuk memahami dan mengejar kebahagiaan. Keduanya berbeda satu sama lain dalam tujuan, cara, dan pandangan mereka tentang kebahagiaan. Akhlak menekankan pada moral dan etika serta tujuan untuk menjadi baik dan bertindak secara jujur, adil, dan bermoral, sedangkan Tasawuf menekankan pada hubungan spiritual dengan Tuhan dan tujuan untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Tujuan utama dari akhlak adalah untuk menyempurnakan karakter dan melatih diri untuk bertindak dengan cara yang benar dan baik. Akhlak menekankan pada konsep etika dan moral. Etika menekankan pada perilaku yang benar dan bertanggung jawab, sementara moral menekankan pada konsep nilai-nilai abadi seperti kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Akhlak juga menekankan pada bagaimana seseorang dapat menjadi lebih baik dan mengembangkan karakternya melalui pembelajaran dan praktik. Akhlak adalah cara untuk menjadi orang yang bermoral dan bertanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan tujuan utama dari tasawuf adalah untuk membangun hubungan yang kuat antara manusia dan Tuhan. Tasawuf menekankan pada spiritualitas dan iman, dan tujuannya adalah untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi tentang spiritualitas melalui meditasi dan pengamatan. Tasawuf juga menekankan pada konsep bahwa Tuhan adalah sumber dari semua kebahagiaan dan ketenangan. Melalui tasawuf, seseorang dapat menjadi lebih sadar tentang hubungannya dengan Tuhan dan mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan spiritual dengan Tuhan. Kesimpulannya, Akhlak dan Tasawuf adalah dua cabang yang berbeda dari upaya manusia untuk memahami dan mengejar kebahagiaan. Akhlak menekankan pada moral dan etika serta tujuan untuk menjadi baik dan bermoral, sedangkan Tasawuf menekankan pada hubungan spiritual dengan Tuhan dan tujuan untuk menemukan kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan. Akhlak mengajarkan prinsip etika dan moral untuk bertindak dengan cara yang benar dan bertanggung jawab, sedangkan Tasawuf mengajarkan tentang hubungan spiritual dengan Tuhan dan cara untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi tentang spiritualitas dan kebahagiaan. 5. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia, tetapi mereka memiliki tujuan yang berbeda. Akhlak dan Tasawuf merupakan dua bidang yang berbeda dari ilmu keagamaan. Meskipun tujuan mereka berbeda, keduanya memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Akhlak adalah suatu disiplin yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan sesama manusia. Akhlak mengajarkan manusia untuk menjadi baik dan bermoral. Akhlak juga mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, toleransi, dan kesetaraan. Akhlak juga membantu manusia untuk mengetahui batasan moral yang berlaku dalam kehidupan sosial. Sedangkan Tasawuf adalah disiplin yang mempelajari hubungan manusia dengan Tuhan. Ini berfokus pada pengembangan dalam spiritualitas dan keintiman dengan Tuhan. Tujuan dari tasawuf adalah untuk membantu manusia mencapai pengalaman spiritual yang lebih dalam, yaitu mencapai kedekatan dengan Tuhan. Tasawuf mengajarkan manusia untuk meningkatkan kesadaran spiritual mereka, yang bertujuan untuk mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian. Kedua akhlak dan tasawuf memiliki tujuan yang berbeda namun memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Akhlak bertujuan untuk membantu manusia menjadi lebih bermoral dan berkelakuan baik. Akhlak juga membantu manusia untuk mengetahui batasan moral yang berlaku dalam kehidupan sosial. Sedangkan tasawuf bertujuan untuk membantu manusia mencapai pengalaman spiritual yang lebih dalam dan meningkatkan kesadaran spiritual mereka. Tasawuf juga bertujuan untuk mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian. Keduanya saling melengkapi dan membantu manusia dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. Akhlak membantu manusia untuk membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia dan membantu manusia untuk mengetahui batasan moral yang berlaku dalam kehidupan sosial. Sedangkan tasawuf membantu manusia dalam mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian melalui pengalaman spiritual yang lebih dalam. Kesimpulannya, akhlak dan tasawuf memiliki tujuan yang berbeda namun memiliki manfaat yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Akhlak membantu manusia untuk menjadi lebih bermoral dan berkelakuan baik, sementara tasawuf membantu manusia dalam mencapai ketenangan jiwa dan kedamaian melalui pengalaman spiritual yang lebih dalam. Keduanya saling melengkapi dan membantu manusia dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. 6. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Akhlak dan Tasawuf adalah dua aspek penting dalam agama yang berbeda, tetapi saling berhubungan. Akhlak merupakan kumpulan nilai dan norma sosial yang mengatur perilaku manusia sehari-hari, sedangkan Tasawuf adalah sebuah ajaran spiritual yang berfokus pada hubungan manusia dengan Tuhan. Kedua aspek ini sangat berkorelasi, karena mereka berfokus pada keberagaman aspek spiritual dan moralitas manusia. Akhlak adalah kumpulan nilai dan norma sosial yang menentukan bagaimana kita harus berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diatur oleh pemahaman akan nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat dan berbeda-beda antara masyarakat satu dengan yang lain. Akhlak berfokus pada bagaimana kita harus berinteraksi dengan orang lain, memperlakukan orang lain dengan hormat dan menghormati serta mempertahankan integritas dan kejujuran. Akhlak juga berfokus pada bagaimana kita harus menghargai hak asasi manusia dan berusaha untuk mengikuti prinsip-prinsip moral yang berlaku di seluruh dunia. Tasawuf adalah sebuah ajaran spiritual yang berfokus pada hubungan manusia dengan Tuhan. Hal ini berfokus pada bagaimana seseorang dapat mencapai spiritualitas yang lebih dalam melalui pelatihan mental, meditasi, dan refleksi. Ajaran ini menekankan pentingnya menciptakan hubungan yang lebih erat dengan Tuhan melalui ibadah dan ritual-ritual spiritual. Tasawuf juga berfokus pada perkembangan karakter dan pemahaman tentang moralitas. Hal ini menekankan pentingnya menjadi orang yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan berperilaku adil terhadap orang lain. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan dan juga menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain. Akhlak dan Tasawuf dapat bekerja bersama-sama dengan meningkatkan kesadaran spiritual dan moralitas manusia. Dengan mengikuti nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh akhlak dan mencari hubungan spiritual yang lebih dekat dengan Tuhan melalui ajaran Tasawuf, kita dapat mencapai kebahagiaan dan ketenangan. Akhlak dan Tasawuf berfokus pada mengatur perilaku manusia sehari-hari dan kehidupan spiritual, yang berarti bahwa keduanya harus digabungkan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Dengan menggabungkan Akhlak dan Tasawuf, kita dapat menjadi orang yang lebih baik dan bertanggung jawab terhadap orang lain, dan juga mencapai kebahagiaan dan ketenangan melalui hubungan dengan Tuhan.
MAKALAH AKHLAK, MORAL, ETIKA, DAN KESUSILAAN Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Akhlak dan Tasawuf Pengampu Komarudin, Di susun oleh Romi Alfariz 1501046036 Muhammad Naufal Afif 1501046069 PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2016 BAB I PENDAHULUAN Pemahaman yang salah, dapat membuat orang satu dengan orang yang lain menjadikan suatu masalah kecil menjadi masalah yang besar. Kita pasti sudah mengetahui dalam kehidupan sehari-hari. Pada makalah ini, kami berusaha menguraikan masalah serupa yaitu antara akhlak, etika, moral dan susila yang hingga saat ini masih ada kesan seolah-olah istilah akhlak sama dengan etika, moral dan susila. Selain itu dalam makalah ini perlu juga dilihat secara jelas hubungan antara keempat istilah tersebut. 2. Rumusan Masalah Apa pengertian dari akhlak, etika, moral dan susila ? Apa persamaan dan perbedaan dari akhlak, etika, moral dan susila ? Apa hubungan antara ke empatnya ? BAB II PEMBAHASAN a. Akhlak Secara bahasa, kata akhlak berasal dari bahasa arab jama’ dari bentuk mufrodnya khulqun yang menurut logat diartikan budi pekerti. Sedangkan secara istilah akhlak adalah kehendak dan tindakan yang sudah menyatu dengan pribadi seseorang dalam kehidupannya sehingga sulit untuk dipisahkan. Karena kehendak dan tindakan itu sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan, maka seseorang dapat mewujudkan kehendak dan tindakannya itu dengan mudah, tidak memerlukan banyak pertimbangan dan pemikiran. Oleh karena itu, tidak salah apabila akhlak sering diterjemahkan dengan kepribadian lantaran kehendak dan tindakannya itu sudah menjadi bagian dari kepribadiannya. Sebagai salah satu contoh seseorang tidak bisa dikatakan sebagai berakhlak dermawan, apabila dalam menyerahkan hartanya hanya dimotivasi oleh kebutuhan yang mendadak bukan oleh keadaan yang sudah menancap dan melekat di dalam jiwanya. Demikian juga orang yang dalam melakukan perbuatan dengan terpaksa maka perbuatannya itu tidak bisa dikatakan sebagai akhlak. b. Etika Secara Bahasa, dalam kamus umum Bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak moral. Dari kebahasaan ini terlihat bahwa etika berhubungan dengan upaya menentukan tingkah laku. Sedangkan secara istilah, etika adalah suatu ilmu yang membahas perbuatan manusia yang bersumber dari pikiran atau filsafat sebagai penilai, penentu dan penetap yaitu apakah perbuatan tersebut dinilai baik, buruk, mulia, terhormat, hina dan sebagainya yang bersifat relatif yakni dapat berubah-ubah sesuai tuntunan zaman. Dengan demikian, etika lebih merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan upaya menentukan perbuatan yang dilakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk. Berbagai pemikiran yang dikemukakan para filosof barat mengenai perbuatan yang baik atau buruk dapat dikelompokan kepada pemikiran etika, karena berasal dari hasil berpikir. Dengan demikian etika sifatnya humanistis dan anthropocentris, yakni berdasar pada pemikiran manusia dan diarahkan pada manusia. Dengan kata lain etika adalah aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh akal manusia. Sebagai Contoh ketika masuk kerumah orang lain, harus mengetuk pintu rumah dan memberikan salam. c. Moral Dari segi bahasa, moral berasal dari bahasa latin, mores yaitu jamak dari kata mos yang berarti adat kebiasaan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, moral adalah penentuan baik-buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Menurut istilah, moral adalah suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat, kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik atau buruk. Sebagai contoh dari moral adalah kalau kita menemukan tas yang berisikan dokumen penting dan juga sejumlah uang yang terdapat dalam tas tersebut. Seandainya kita memiliki moral yang baik maka kita akan memberikan tas itu kepada pemiliknya atau kalau tidak pada yang berwajib. d. Susila Susila atau kesusilaan berasal dari kata susila yang mendapat awalan ke dan akhiran an. Kata tersebut berasal dari bahasa sansekerta , yaitu su dan sila. Su berarti baik, bagus dan sila berarti dasar, prinsip, peraturan hidup atau norma. Kata susila selanjutnya digunakan untuk arti sebagai aturan hidup yang lebih baik. Orang yang susila adalah orang yang berkelakuan baik, sedangkan orang yang asusila adalah orang yang berlakuan buruk, contohnya para pelaku zina pelacur sering diberi gelar sebagai tuna asusila. Selanjutnya kata susila dapat berarti sopan, beradab, baik budi bahasanya. Dan kesusilaan sama dengan kesopanan. Dengan demikian kesusilaan lebih mengacu kepada upaya membimbing, memandu, mengarahkan, membiasakan dan memasyarakatkan hidup yang berlaku dalam masyarakat. Kesusilaan menggambarkaan keadaan dimana orang selalu menerapkaan nilai-nilai yang di pandang baik. Setelah mengetahui beberapa Pengertian antara Akhlak, Etika, Moral dan Susila dapat kita tarik persamaan dan perbedaan yaitu Persamaan Perbedaan Akhlak Akhlak sebagai objek yang dikaji Sumber dari Al Qur’an & Hadits Etika Menentukan hukum/ nilai perbuatan manusia dengan keputusan baik atau buruk. Mengkaji Tentang Akhlak Prinsip atau aturan hidup manusia Akal pikiran sebagai pertimbangan Bersifat teoritis Umum Menyatakan Ukuran Moral Bersifat praktis Adat kebiasaan umum masyarakat sebagai pertimbangan Menjelaskan Ukuran Alat penjaga dharma ajaran agama Susila 2. Hubungan Antara Akhlak, Etika, Moral dan Susila Dilihat dari fungsi perannya, dapat dikatakan bahwa akhlak , etika, moral, dan susila sama, yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia untuk ditentukan baik buruknya. Kesemua istilah tersebut sama-sama menghendaki terciptanya keadaan masyarakat yang baik, teratur, aman, damai dan tentram sehingga sejahtera batiniah dan lahiriyah. Perbedaan antara etika, moral dan susila dengan akhlak adalah terletak pada sumber yang dijadikan patokan untuk menentukan baik dan buruk. Jika dalam etika penilaian baik buruk berdasarkan pendapat akal pikiran, dan pada moral dan susila berdasarkan kebiasaan yang berlaku umum dimasyarakat, maka pada akhlak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk itu aadalah Al Quran dan Al Hadits. Perbedaan lain antara etika, moral dan susila terlihat pada sifat dan kawasan pembahasannya, Jika etika lebih banyak pada sifat dan kawasan pembahasanya. Jika etika lebih banyak bersifat teoritis, maka pada moral dan susila lebih banyak bersifat praktis. Etika memandang tingkah laku manusia secara umum, sedangkan moral dan susila bersifat lokal atau idividual. Etika menjelaskan baik buruknya, sedangkan moral dan susila menyatakan ukuran tersebut dalam bentuk perbuatan. Namun demikian etika, moral, susila dan akhlak tetap saling berhubungan dan membutuhkan. Uraian tersebut diatas menunjukan dengan jelas bahwa etika, moral dan susila berasal dari produk rasi dan budaya masyarakat yang scara selektif diakui sebagai yang bermanfaat dan baik bagi kelangsungan hidup manusia. Sementara akhlak berasal dari wahyu, yakni ketentuan yang berdasarkan Al Quran dan Hadits. Dengan kata lain jika etika, moral dan susila berasal dari manusia, sedangkan akhlak berasal dari Tuhan. BAB III PENUTUP Berdasarkan uraian makalah di atas kita dapat sampai pada kesimpulan bahwa antara akhlak islam yang bersumber pada wahyu dapat menerima atau mengakui peranan yang dimainkan oleh etika, moral dan susila, yaitu sebagai sarana atau partner untuk menjabarkan akhlak islam yang terdapat dalam Al Quran dan Hadits, sepanjang etika, moral dan susila itu sejalan dengan Al Qur’an dan Hadits tersebut. Demikian makalah yang dapat kami susun, apabila masih banyak kesalahan dan kekurangan dalam penulisan maupun penyampaian saran yang membangun sangat kami harapkan guna memperbaiki makalah selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA Nata, Dr. H. RAJAGRAFINDO PERSADA Nasiruddin, Media Group Drs. Zahruddin AR, M, Studi Raja Grafindo Persada
0% found this document useful 0 votes920 views27 pagesDescriptionmakalah tasawufOriginal Titlemakalah Definisi Akhlak, Tasawuf, Persamaan Dan Perbedaan Serta Hubungan KeduanyaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes920 views27 pagesMakalah Definisi Akhlak, Tasawuf, Persamaan Dan Perbedaan Serta Hubungan KeduanyaOriginal Titlemakalah Definisi Akhlak, Tasawuf, Persamaan Dan Perbedaan Serta Hubungan KeduanyaJump to Page You are on page 1of 27 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 15 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 20 to 25 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
perbedaan akhlak dan tasawuf